Cara ODHA Konsumsi ARV Saat Puasa Ramadhan

CNN Indonesia | Jumat, 10/05/2019 08:09 WIB
Cara ODHA Konsumsi ARV Saat  Puasa Ramadhan ilustrasi HIV/AIDS (Istockphoto/burakkarademir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setiap bulan Ramadhan, umat Muslim di dunia diwajibkan untuk berpuasa.

Puasa disarankan bagi mereka yang sehat dan mampu menjalankannya. Namun bagi orang yang sedang sakit, ada beberapa kondisi khusus yang harus diperhatikan jika ingin berpuasa.

Penderita HIV/AIDS yang setiap hari diharuskan untuk mengonsumsi obat antiretroviral (ARV) setiap 12 jam sekali pun tetap bisa berpuasa.


Dokter dan konselor pada HIV/AIDS Ronald Jonathan mengatakan bahwa tidak ada larangan ODHA untuk berpuasa. 


"Untuk ODHA yang berpuasa dan bertarawih tapi juga minum ARV tiap 12 jam selama puasa, waktu minum ARV dapat digeser menjadi saat buka puasa dan saat sahur," kata Ronald Jonathan, Minggu (5/5).

Ronald menjelaskan, tidak ada halangan untuk ODHA berpuasa di bulan Ramadan asalkan kondisinya sehat. Berpuasa justru akan menyehatkan bagi ODHA, dan menambah nilai spritualitas.

Meski demikian, dia menyarankan untuk tetap berkonsultasi pada dokter sebelum memutuskan untuk berpuasa.

ODHA juga diminta untuk mengenali dan menyadari kondisi dirinya saat sedang tak sehat dan tak memaksakan diri untuk berpuasa.

ODHA yang baru memulai pengobatan ARV juga umumnya tidak disarankan puasa dulu karena tubuhnya belum terbiasa dengan efek samping obat ARV seperti mual, muntah, pusing, dan tidak enak badan.

"Kalau dia HIV stadium 1 dan 2 dan CD4-nya masih baik, mereka boleh puasa. Tapi bila mereka di stadium 3 dan 4 dan dalam keadaan sakit dan baru mulai ARV, dianjurkan tidak puasa," papar Ronald.


Untuk menjaga kesehatan, Ronald menyarankan agar mereka tetap menjaga pola hidup sehat, minum yang cukup makan dengan gizi seimbang dan tidak berlebihan di saat buka dan sahur.

"Jangan lupa menjalankan olah raga sesuai kapasitas masing-masing," ujarnya. (hyg/chs)