"Ini berarti bahwa kita perlu memikirkan kembali bagaimana kita mengatasi masalah kesehatan global ini," ujar salah satu penulis studi, Majid Ezzati dari Imperial College London's School of Public Health, melansir AFP.
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature ini menggunakan data dari 200 negara dan wilayah. Data menunjukkan kenaikan rata-rata sekitar 5-6 kilogram terjadi pada wanita dan pria yang tinggal di kawasan pedesaan sejak tahun 1985 hingga 2017. Sementara wanita dan pria yang tinggal di perkotaan mengalami kenaikan 38 dan 24 persen lebih sedikit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasokan makanan di zaman sekarang tersedia dalam ragam kombinasi. Makanan olahan menjadi bagian dari diet orang-orang kurang mampu," ujar Ezzati.
Peneliti menggunakan ukuran standar indeks massa tubuh (BMI). Seseorang dengan BMI 25 atau lebih dianggap mengalami kelebihan berat badan. Sementara mereka dengan BMI 30 atau lebih masuk ke dalam kategori obesitas. Angka BMI ideal berkisar antara 18,5-24,9.
Peningkatan BMI terbesar dalam kurun waktu tersebut terjadi pada pria di China, Amerika Serikat, Bahrain, Peru, dan Republik Dominika. Rata-rata dari mereka mengalami kenaikan berat badan 8-9 kilogram per orang.
Lihat juga:Kesalahan-kesalahan dalam Diet Populer |
Obesitas juga menjadi pintu masuk beragam penyakit kronis lain seperti jantung, stroke, diabetes, dan sejumlah kanker. Padahal, obesitas dapat ditangani.
"Kolaborasi faktor risiko menantang kami untuk membuat program dan kebijakan yang fokus untuk mencegah kenaikan berat badan," kata Ezzati.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)