Penelitian skala global menunjukkan menahan lapar dan haus selama lebih dari 13 jam akan memicu sel di dalam tubuh melakukan proses pembersihan.
"Puasa ini momen emas untuk detoks dan hidup sehat. Banyak bukti menunjukkan saat puasa, secara alami tubuh mengalami regenerasi sel dan pembersihan sel rusak untuk menjaga keseimbangan sistem tubuh," kata ahli gizi dari IPB Hardinsyah, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Resep Menu Buka Puasa: Es Blewah Jelly |
Fungsi sel ini baru dapat berlaku setelah berpuasa selama 13 jam dan bekerja maksimal saat 16 jam, tapi berbahaya jika melebihi 36 jam.
Proses detoks saat berpuasa inilah yang membuat tubuh dapat menjadi awet muda.
"Salah satu upaya awet muda adalah gaya hidup sehat, puasa, dan berdoa," ujar Hardinsyah.
Selain awet muda, detoks juga dapat memperkuat imunitas dan mencegah dari berbagai penyakit.
Dokter ahli penyakit dalam Ketut Suastik juga menyatakan puasa baik secara medis.
"Ada studi yang menyatakan puasa baik untuk tubuh karena kita mengurangi makan. Kalau makan terus, bisa cepat tua dan cepat mati," ujar Ketut.
Ketut menjelaskan saat terus-terusan makan, maka tubuh akan mengeluarkan insulin yang dapat membuat sel-sel menua (penuaan dini), memicu gula darah, dan kanker. (ptj/chs)