Saat berpuasa, kulit cenderung kering akibat minimnya asupan cairan. Hal itu menimbulkan kekhawatiran untuk melakukan eksfoliasi.
Ahli kesehatan kulit, dr Litya Ayu Kanya Anindya mengatakan, puasa dan eksfoliasi tidak berhubungan dan saling memengaruhi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Litya menjelaskan, kulit mati dan kulit sehat masih terikat. Pelepasan yang dilakukan saat kulit masih terikat akan menimbulkan rasa perih dan luka.
Perhatikan kondisi kulit sebelum eksfoliasi. Secara kasat mata, kulit kering bisa dikenali lewat penampakannya yang kusam dan kurang bercahaya. Saat disentuh, kulit terasa kasar dan timbul goresan ketika digaruk.
"Ada sisik yang berubah arah dilihat secara mikroskopis. Lebih parah, ada retakan pada kulit seperti tanah kering saking kulit tidak mendapatkan air," imbuh Litya.
Lihat juga:Kurang Tidur Berisiko Sebabkan Penuaan Dini |
Litya menjelaskan, kekurangan pasokan cairan bisa menghambat lepasnya ikatan sel kulit yang sudah mati dengan sel kulit yang masih sehat.
"Perbanyak asupan air putih, bukan sirup kemudian buah dan sayur. Ini untuk meningkatkan kelembapan kulit," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)