Salah satu peneliti dalam studi, Yasmin Hurd, mengatakan bahwa keinginan yang kuat inilah yang mendorong penggunaan narkoba.
"Jika kita dapat memiliki obat-obatan yang dapat meredam [keinginan menggunakan heroin], itu dapat sangat mengurangi kemungkinan kambuh dan risiko overdosis," kata Direktur Addiction Institute of Mount Sinai itu, mengutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan partisipan tak menyentuh heroin selama kurang lebih satu bulan ke belakang. Selama penelitian, mereka tidak diperkenankan mengonsumsi heroin.
Peneliti membagi peneliti ke dalam tiga kelompok. Pertama, kelompok diberi 800 gram CBD. Kelompok kedua mendapatkan 400 gram dan kelompok terakhir diberikan CBD plasebo.
Selama pemberian CBD, partisipan diperlihatkan video berisi pemandangan alam. Pemandangan ini serupa dengan efek penggunaan obat-obatan dan heroin.
Selanjutnya, partisipan ditanya soal tingkatan keinginan untuk menggunakan heroin dan tingkat kecemasan mereka.
Hurd menambahkan, tidak ada perbedaan signifikan antara dua kelompok yang diberi CBD dengan dosis berbeda.
Kendati terbukti mengurangi keinginan penggunaan heroin, Hurd mengatakan, masih diperlukan penelitian lanjutan. Dia berencana untuk melakukan studi yang lebih panjang hingga enam bulan. Ganja memiliki potensi untuk menjadi obat.
"Kami mengembangkan obat. Kami tidak mengembangkan ganja untuk kegiatan rekreasional," ucapnya.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)