"Bagi kami, ini penting untuk menjaga warisan, tradisi dari para pastor untuk meracik bir. [Tradisi] ini selalu di sini. Meracik bir dan kehidupan religius selalu berjalan bersama," kata biarawan Pastor Karel Stautemas, melansir Reuters.
Tradisi meracik bir sudah ada sejak abad ke-13. Namun, lokasi ini sempat digeledah dan dihancurkan oleh tentara Prancis pada 1795.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah menyelesaikan studi di Scandinavian School of Brewing, Copenhagen, yang dimulai awal tahun ini, Karel akan menjadi satu dari lima hingga enam pekerja di tempat peracikan bir.
Peracik bir dari label Carlsberg, Marc-Antoine Sochon, akan menjadi brewmaster dalam proyek. Dia mengatakan, hasil produksi bir akan dijual dengan label Grimbergen.
"Kami akan menjaga ragi yang sama, yang membawa rasa buah dan rempah. Kami juga akan mulai menggali inovasi yang lebih seperti penuaan barel, pengeringan bunga hops," kata Sochon.
Lihat juga:5 Cara Ampuh Atasi Mabuk Minuman Fermentasi |
Dalam pembuatannya, para biarawan akan mematuhi aturan pembuatan bir Trappist Belgia. Bir mesti dibuat di dalam dinding biara dengan keuntungan yang diarahkan untuk menjaga biara dan mendukung kegiatan amal.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)