Kabar ini diumumkan oleh situs agen pariwisata Young Pioneer Tours. Agen yang berbasis di China ini fokus pada destinasi-destinasi wisata di Korut.
Dalam situs resminya, Young Pioneer Tours menyebutkan bahwa mereka mendapatkan akses untuk mencoba wiski pertama Korut. "Young Pioneer Tours hari ini diberi akses ke batch pertama wiski Korea Utara," tulisnya pada Kamis (23/5) lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kawasan Samilpo dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling indah di Korut. Karena alasan itulah, perusahaan memutuskan menggunakan nama Samilpo untuk wiski pertamanya.
Young Pioneer Tour menyebut, desain botol Samilpo mirip seperti Johnny Walker. Ada tiga jenis wiski yang dihadirkan Samilpo. Ketiga wiski itu di antaranya wiski 40 persen dengan label hitam, 42 persen dengan label merah, dan 45 persen.
Situs juga menyebutkan, terdapat 15 jenis asam amino di dalam wiski, termasuk di antaranya 8 jenis asam amino esensial.
Tak seperti minuman beralkohol lainnya, Samilpo diklaim dapat mengurangi kerusakan pada liver dan sejumlah efek samping negatif penyalahgunaan alkohol lainnya.
[Gambas:Instagram]
Rencananya, Samilpo akan mulai dipasarkan pada akhir tahun ini. Situs mencatat, setiap botol akan dihargai sekitar US$15 atau setara dengan Rp216 ribu. Harga ini membuat Samilpo menjadi salah satu wiski premium yang dijual di Korea Utara.
"Pemiliknya bertujuan untuk mengekspor wiski Samilpo ke negara lain begitu situasi politik membaik, sehingga seluruh dunia dapat mencicipi wiski pertama negara tersebut," tulis Young Pioneer Tours.
Warga Korut sendiri telah terbiasa dengan minuman beralkohol. "Budaya minum di Korut sama seperti di negara lainnya," ujar seorang pria asal Amerika Serikat, Jeff Barnicki, mengutip Express.
Barnicki sendiri pernah berkesempatan melancong mengujungi Korut. Menurutnya, minuman beralkohol adalah sesuatu yang selalu ditawarkan oleh agen-agen pariwisata.
Mengutip The Guardian, Korut memiliki dua jenis minuman beralkohol. Alkohol nomor satu dibuat khusus untuk sang pemimpin, Kim Jong-Un. Sementara minuman beralkohol nomor dua dipasaran untuk publik.
Lihat juga:Daftar Negara Paling Senang Mabuk di Dunia |
Korut sendiri sebelumnya telah memproduksi bir lokalnya. Bir Taedonggang yang merupakan minuman fermentasi beras mulai hadir sejak 2016 lalu.
Sementara minuman beralkohol asing yang paling banyak terlihat di Korut adalah Kaoliang. Nama terakhir merupakan minuman keras asa China dengan kandungan alkohol sebanyak 46-50 persen.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)