JAZIRAH ISLAM

Secercah Asa Umat Muslim di Kolombia

agr, CNN Indonesia | Sabtu, 01/06/2019 04:30 WIB
Secercah Asa Umat Muslim di Kolombia Ilustrasi. (Foto: JOAQUIN SARMIENTO / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meskipun dikenal dengan tingkat kriminalitasnya, Kolombia adalah pusatnya tari salsa. Jika sudah mendengar iramanya, siapa pun bisa ikut menghentakkan kaki dan bergoyang.

Tak hanya itu saja Kolombia juga dikenal memiliki varietas buah buahan yang beragam. Negara ini memiliki keanekaragaman hayati yang tertinggi kedua di dunia setelah Brazil.

Di negara berkembang ini juga islam turut melebarkan sayapnya. Contohnya adalah apa yang diterapkan oleh dua warga muslim Kolombia, Vivi dan Vava. Jika biasanya sisik ikan dibuang, namun di tangan Vivi dan Vava sisik ikan bisa berubah menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat.


Sisik ikan itu diolah menjadi jelly yang memiliki banyak manfaat.

Mulai dari mengurangi nyeri sendi, menjaga kesehatan kulit dan rambut, menurunkan berat badan, juga meningkatkan fungsi sistem pencernaan.
Vivi dan Vava membuatnya rutin seminggu sekali. Namun dalam jumlah yang tidak banyak, mengingat populasi muslim yang sedikit.

Setiap pekan, mereka hanya menjual sekitar 30 cup. Biasanya mereka memilih hari jumat, karena banyak umat musim yang berkumpul untuk solat jumat.

Apa yang dilakukan oleh Vivi dan Vava bukan tanpa halangan, bagi masyarakat Kolombia dan beberapa negara di Amerika Latin, hijab adalah sesuatu yang aneh.

Hal ini dialami juga oleh Tatiana, wanita yang memutuskan menjadi mualaf sejak tiga tahun silam ini mendapat kesulitan mencari kerja karena mengenakan hijab.

Namun layaknya Vivi dan Vava, Tatiana pun berjuang untuk menjadi pedagang. Ia memutuskan untuk berjualan kue khas Kolombia bernama Postres tres leches, tentunya dengan bahan dan metode yang halal.

Meski demikian, Tatiana terbilang cukup beruntung karena biasanya orang tua di Kolombia akan marah ketika tahu anaknya ingin pindah agama.

Tapi lain halnya dengan ibu Tatiana. Beliau menerima keputusan putrinya, tanpa banyak bertanya. Ia justru mengaku sangat senang, karena dengan memeluk islam, sifat dan sikap anaknya menjadi lebih baik.

[Gambas:Video CNN] (agr)