Kanada Jual Makanan Mengandung Ganja di Akhir 2019

CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 16:25 WIB
Kanada Jual Makanan Mengandung Ganja di Akhir 2019 Ilustrasi daun ganja. (Foto: REUTERS/Amir Cohen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kanada berencana mulai memasarkan makanan mengandung ganja pada pertengahan Desember nanti di sejumlah toko setelah dilegalkan tahun lalu. Disamping makanan olahan, Kanada juga akan menjual ekstak ganja.

Menyoal beberapa jenis makanan olahan, Kanada memastikan nantinya varian olahan ganja nantinya akan disesuaikan dengan selera pasar.

Kendati demikian, pemerintah memastikan tidak akan memasukkan ganja pada produk makanan untuk anak-anak.


"Amandemen aturan [soal legalisasi ganja] merupakan langkah lanjutan untuk mengurangi risiko kesehatan dan keselamatan masyarakat dari pemanfaatan ganji untuk melenyapkan pemasaran ilegal," ungkap salah satu pejabat pemerintah, Bill Blair dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP.

Aturan baru mencatat makanan dan minuman yang boleh dipasarkan memiliki kandungan ganja tidak lebih dari 10 miligram THC (senyawa psikoaktif utama dalam ganja). Sementara untuk ekstrak ganja diatur maksimal menjadi 1.000 mg per paket.

Khusus untuk konsumen yang baru pertama kali mencoba makanan atau minuman mengandung ganja, pemerintah menyarankan batas maksimal kandungan 2,5 mg THC.

Departemen Kesehatan Kanada menjelaskan efek penggunaan ganja baru bisa dicerna oleh tubuh dalam waktu dua jam - jauh lebih lama dibandingkan dihirup yang hanya butuh hitungan detik hingga menit.

Kendati telah dilegalkan, namun produsen dan distributor tidak akan membuat klaim efek kesehatan penggunaan ganja.

Sejak dilegalkan pada 17 Oktober 2018, diperkirakan ada 5,4 juta warga Kanada yang membeli ganja. Pemerintah mencatat 600 ribu diantaranya diketahui baru pertama kali mengonsumsi ganja setelah dilegalkan oleh pemerintah.

[Gambas:Video CNN] (AFP/evn)


ARTIKEL TERKAIT