Jurus Puteri Indonesia 2019 Kurangi Sampah Plastik

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/06/2019 07:57 WIB
Demi mengurangi dampak buruk bagi lingkungan, Puteri Indonesia 2019 punya jurus untuk mengurangi sampah plastik. Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull, Puteri Indonesia Pariwisata 2019 Jesica Fitriana Martasari, dan Puteri Pariwisata Lingkungan Hidup 2019 Jolene Marie Cholock Rotinsulu. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sampah plastik yang kian membludak mencuri perhatian dunia. Untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkannya, Puteri Indonesia 2019 punya jurus tersendiri untuk mengurangi sampah plastik.

Puteri Indonesia Lingkungan 2019 Jolene Marie Rotinsulu mengaku tengah menggencarkan kampanye mengurangi limbah sampah plastik.

"Jadi memang sampah plastik itu isu besar dan masif. Itulah yang membuat saya sebagai Puteri Indonesia Lingkungan sedang gencar-gencarnya mengampanyekan mengurangi limbah sampah plastik. Dimulai dari diri kita sendiri," kata Jolene saat konferensi pers grand opening Sleman City Hall, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (20/6).


Jolene menyampaikan beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah plastik.

Pertama, tidak lagi menggunakan sedotan plastik untuk minum. Meski berukuran kecil, sedotan plastik sulit terurai dan jadi salah satu yang paling banyak ditemukan di lautan.

Kedua, tidak lagi minum dari air minum kemasan. Alih-alih membeli minuman kemasan, sebaiknya bawalah botol minum sendiri yang dapat diisi ulang.

Ketiga, berbelanja dengan tidak menggunakan kantong plastik. Bawalah tas belanja sendiri yang tahan lama.

"Ini hal kecil tapi dampaknya sangat besar bagi lingkungan kita," ujar Jolene.

Masalah Pendidikan

Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull punya pandangan lain soal membludaknya sampah plastik. Dia menyoroti masalah pendidikan sebagai salah satu pangkal penyebab.

"Menurut saya ini isu tentang pendidikan," kata Frederika dalam kesempatan yang sama.

Frederika mengatakan, pendidikan mengenai penggunaan plastik mesti diberikan sejak dini. Anak-anak, lanjutnya, harus dididik sejak dini tentang bahaya plastik dan bagaimana cara menguranginya.

"Ini tugas pemerintah dan NGO [Non-Governmental Organization] untuk bisa menyelesaikan isu ini," ujar Frederika.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK