Meski seks tak lagi dianggap sebagai barang aneh bagi masyarakat Kuba, namun sebagian besar dari mereka masih tabu soal mainan seks. Para pria berasumsi bahwa dildo atau vibrator adalah ancaman dan diperuntukkan hanya bagi kaum homoseksual.
Di negara komunis ini, distribusi untuk segala sesuatu yang dianggap cabul bakal dilarang. Tak ada 'toko seks' atau penjual resmi sex toys. Orang Kuba musti mendatangkan sex toys dari luar negeri dan menjualnya secara diam-diam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ingin mendobrak tabu. Di seluruh dunia, ini wajar saja," kata Mauri, mengutip Reuters.
Bahan-bahan untuk sex toys cukup langka dan mahal di Kuba. Mereka harus pandai mengganti bahan, misal penggunaan resin untuk pembuatan dildo. Resin membuat dildo lebih keras daripada bahan umumnya, silikon.
Namun, tak dinyana, toko seks mereka mendapat perhatian besar dari pengunjung. Dari total 500 karya, hampir semua terjual.
"Kami beli empat [patung] karena penasaran, mereka bikin terangsang," kata seorang pengunjung, Wilfredo Santos.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)