Gejala Kesehatan yang Muncul saat Tubuh Alami Stres

Tim, CNN Indonesia | Senin, 01/07/2019 14:47 WIB
Gejala Kesehatan yang Muncul saat Tubuh Alami Stres Ilustrasi (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gangguan mental tak hanya ditandai oleh perubahan perilaku dan pola pikir, tapi juga keluhan-keluhan fisik yang ditimbulkan. Salah satunya adalah gejala orang stres yang bisa dilihat berdasarkan tanda-tanda kesehatan.

Stres adalah respons adaptif yang dihubungkan oleh karakteristik dan proses psikologis individu. Stres terjadi saat seseorang berada di luar zona nyaman.

Saat seseorang berada di luar zona nyaman, tubuh akan memberikan respons yang tidak biasa.

Berikut mengutip berbagai sumber, gejala kesehatan saat stres.

1. Sakit kepala
Salah satu gejala kesehatan ditunjukkan dengan timbulnya rasa sakit pada bagian kepala. Selain kepala, rasa sakit juga dirasakan pada area leher.

Mengutip Healthline, sebuah studi yang melibatkan lebih dari 200 pasien sakit kepala kronis, sebanyak 45 persen di antaranya mengalami stres.

Studi yang lebih besar menunjukkan intensitas stres berhubungan dengan peningkatan frekuensi sakit kepala per bulan. Sakit kepala pun bisa dipicu oleh kurang tidur, konsumsi alkohol, dan dehidrasi.

2. Otot sakit
Tanpa cedera atau benturan, rasa sakit pada otot bisa timbul akibat stres. Sebuah studi, menyebut peningkatan hormon stres alias kortisol membuat otot terasa sakit.

Studi melihat perbandingan antara kelompok orang yang mengalami sakit punggung kronis dengan kelompok kontrol (tidak mengalami sakit punggung) . Hasilnya, peneliti menemukan kadar hormon kortisol tinggi pada mereka yang mengalami sakit punggung.

Tak hanya stres, ada faktor lain yang perlu diingat dan berkontribusi pada rasa sakit, yakni usia tua, kecelakaan, postur tubuh yang jelek, dan kerusakan saraf.

3. Jerawat
Siapa bilang jerawat muncul cuma karena kurang menjaga kebersihan muka? Tanda paling nyata dan kelihatan dari stres adalah jerawat.

Satu studi mengamati jerawat pada 22 orang sebelum dan setelah ujian. Peningkatan stres akibat ujian membuat jerawat lebih keras daripada sebelum ujian.

Studi lain menunjukkan tingkat stres yang lebih tinggi berhubungan dengan jerawat yang semakin parah, terutama pada anak laki-laki.

Hal tersebut disebabkan oleh kebiasaan menyentuh wajah yang biasa dilakukan orang mereka yang mengalam stres. Saat memegang wajah, bakteri pada tangan berpindah ke wajah hingga menimbulkan jerawat.

4. Tubuh kehilangan energi
Meski tak tampak, gejala kesehatan orang stres terasa saat tubuh kehilangan energi. Tubuh terasa lemas meski sudah makan atau bahkan tidak melakukan kegiatan yang cukup menguras tenaga.

Studi mengamini hal ini. Peneliti menemukan rasa lemas pada lebih dari 2 ribu responden riset berhubungan dengan peningkatan stres.

5. Masalah pencernaan
Stres turut memengaruhi pencernaan, termasuk timbul diare dan konstipasi atau sembelit. Gangguan pencernaan lain seperti irritable bowel syndrome (IBS) atau inflammatory bowel disease (IBD) turut dipengaruhi stres. Gejalanya antara lain sakit perut, kembung, diare, dan sembelit.

Studi menunjukkan, stres harian yang tinggi meningkatkan permasalahan pencernaan pada 181 wanita dengan IBS.

6. Keringat berlebih
Gejala kesehatan orang stres bisa ditandai dengan keringat berlebih. Sebuah studi melihat 20 orang dengan palmar hyperdrosis, kondisi yang menimbulkan keringat berlebih pada tangan. Stres disebut meningkatkan jumlah keringat pada responden.

Namun, stres bukan satu-satunya penyebab keringat berlebih. Keringat berlebih juga bisa terjadi akibat kecemasan, peningkatan suhu udara, kondisi kelenjar tiroid, dan pengobatan penyakit tertentu.

[Gambas:Video CNN]


(els/asr)