Berendam Air Hangat di Lokasi Syuting Film Panji Tengkorak

CNN Indonesia | Jumat, 05/07/2019 15:09 WIB
Berendam Air Hangat di Lokasi Syuting Film Panji Tengkorak Ilustrasi. (Foto: Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gunung Panjang adalah julukan untuk sebuah bukit kapur yang terletak di Ciseeng, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Meski namanya terdengar kurang menarik, namun di atas bukit itu terdapat sumber air panas alami yang kini menjadi atraksi wisata.

Pemandian air hangat Gunung Panjang tak hanya menawarkan sensasi bersantai dan kenikmatan berendam, namun juga menghadirkan pemandangan elok dari ketinggian berupa sawah serta pepohonan.

Untuk mencapai pemandian air hangat Gunung Panjang tidak sulit.


Jika berangkat dari Jakarta, Gunung Panjang bisa ditempuh hanya dalam waktu satu setengah hingga dua jam. Sementara jika bertolak dari Kota Bogor, Gunung Panjang ditempuh hanya sekitar 45 menit menggunakan mobil.

Gunung Panjang terletak tak jauh dari jalur alternatif Tangerang-Bogor, tepatnya di Jalan Raya Cogreg. Ada beberapa papan informasi petunjuk menuju lokasi tersebut membuat pemandian air panas Gunung Panjang mudah ditemukan.

Namun tak usah khawatir jika merasa bingung, aplikasi peta digital pun bisa menunjukkan keberadaan Gunung Panjang.

Mengutip Antara, Jumat (5/7), untuk masuk ke dalam kawasan pemandian air panas Gunung Panjang pengunjung perlu membayar dua karcis, yakni karcis parkir seharga Rp15 ribu per mobil dan Rp5.000 per motor, serta karcis masuk obyek wisata seharga Rp10 ribu per orang.

Setelah memasuki gapura kecil di loket masuk, puluhan anak tangga menyambut pengunjung menuju kolam berendam.

Sesampainya di atas bukit, pengunjung bisa langsung menikmati kolam pemadian air hangat.

Tak hanya berendam, pengunjung juga bisa melumuri wajah dan badan dengan belerang yang dilarutkan dengan air hangat setempat. Sejumlah pengunjung percaya hal itu berkhasiat untuk kesehatan, sehingga pengunjung pun membludak khususnya saat hari libur.

Staf pengelola obyek wisata air panas Gunung Panjang, Ardiyansyah, mengatakan setiap hari biasa bukan akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung mencapai rata-rata 50 orang per hari.

"Jumlahnya akan melonjak pada akhir pekan dan hari libur mencapai sekitar 150 orang per hari. Bahkan, pada musim libur panjang jumlah itu bisa melonjak lagi ke angka 300 orang per hari," kata pria yang akrab disapa Ardi ini.

Menurut Ardi sepuluh tahun lalu, Gunung Panjang belum terlalu ramai dikunjungi seperti sekarang ini.

[Gambas:Instagram]

"Dulu lokasi ini dikenal sebagai lokasi produksi film Panji Tengkorak (1971), dan sinetron pahlawan super Saras 008, (awal 2000-an)," ujar Ardi sembari terkenang menghabiskan masa kecilnya di tempat ini.

"Namun setelah pemanfaatan media sosial merebak, lokasi ini menjadi lebih dikenal. Katanya sih lokasi di sini 'instagramable'," kata Ardi.

Untuk merasakan kenyamanan berendam di obyek wisata yang beroperasi dari pukul 5.30 hingga 18.00 ini, Ardi menyarankan pengunjung sebaiknya datang di pagi hari.

"Selain lebih sepi, udara di sini lebih segar dan pengunjung akan mendapat bonus pemandangan 'sunrise' karena kolam pas menghadap ke timur," katanya.

Sebenarnya tidak hanya di Gunung Panjang ini yang terdapat sumber air hangat belerangnya, menurut Ardi, ada dua titik lain dengan daya pikat yang sama.

"Satu di tengah persawahan dekat Bukit Kapur Peyek dan satu lagi di bukit kalur tepat seberang pintu masuk Gunung Panjang," kata dia.

Akan tetapi, Ardi mengklaim bahwa Gunung Panjang merupakan yang paling ramai di antara ketiga lokasi air hangat alami yang ada di daerah itu.

Sayangnya, Ardi melanjutkan, banyak oknum pengunjung yang membuang sampah sembarangan meski sudah disediakan tempat pembuangan sampah.

"Kami sudah memberikan papan himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena itu akan merusakkan kenyamanan serta keindahan Gunung Panjang. Namun tetap saja masih ada yang buang sampah seenaknya," kata Ardi.

[Gambas:Video CNN] (ANTARA/agr)