Penelitian dari Brigham and Women's Hospital dan Harvard Medical School ini merupakan salah satu penelitian yang fokus pada efek konsistensi tidur. Banyak penelitian sebelumnya hanya fokus pada dampak dari kurang tidur.
"Dalam penelitian ini, kami menunjukkan bahwa perbedaan dalam jadwal tidur [baik durasi atau waktu] dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi untuk mengembangkan masalah metabolisme, terutama kelainan metabolisme multipel pada waktu yang sama," kata peneliti Tianyi Huang, dikutip dari Reuters.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Cara Ampuh Ubah Kebiasaan Begadang |
Rata-rata orang tidur sekitar 7,15 jam setiap malam dan tidur sekitar pukul 11.40 malam. Sekitar dua pertiga memiliki durasi tidur yang bervariasi dan 45 persen memiliki durasi tidur yang bervariasi.
Sebanyak 707 partisipan atau 35 persen memiliki sindrom metabolik atau beberapa jenis kelainan metabolisme yang meningkatkan risiko penyakit jantung, peningkatan tekanan darah, gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di pinggang, dan kadar kolesterol atau trigliserida yang tidak normal.
Lihat juga:Konsumsi Kopi Bantu Cegah Obesitas |
Ahli menilai hubungan ini terkait dengan jam biologis seseorang untuk melakukan metabolisme.
"Jika kita tidur pada waktu dan jumlah yang berbeda-beda atau tidak teratur, jam internal kita mungkin mengalami kesulitan untuk tetap sinkron sehingga dapat merusak fungsi metabolik," kata ahli dari Northwestern University Feinberg School of Medicine, Kristen Knutson mengomentari hasil penelitian ini.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)