Mengulik Asal Muasal French Kiss

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/07/2019 14:18 WIB
Mengulik Asal Muasal <i>French Kiss</i> Ilustrasi (PublicDomainPictures/Pixabay).
Jakarta, CNN Indonesia -- Adegan ciuman sepertinya selalu dinanti oleh penikmat film drama atau romantis. Berciuman kerap disisipkan dalam suasana bahagia atau sedih sekalipun.

Ada beragam jenis dan teknik berciuman. French kiss adalah salah satunya. Ciuman ini bersifat intens dan dipenuhi nafsu. Betapa tidak? Ciuman ini tak hanya melibatkan bibir, tapi juga lidah.

Sheril Kirshenbaum dalam bukunya The Science of Kissing menyebut, tak ada yang tahu dengan pasti mengapa istilah 'french kiss' banyak digunakan.


Melansir CNN, 'french' mengacu pada orang Prancis. Diprediksi, kata istilah 'french kiss' diadopsi oleh orang Amerika Serikat yang bertualang ke Prancis.

Di sana, para perantau AS mencium perempuan Prancis. Kenyamanan berciuman dirasa lebih terasa saat menggunakan lidah.

Kirshenbaum menuliskan, kenyamanan orang AS berciuman dengan gaya french kiss ini muncul setelah Perang Dunia II. Para prajurit AS yang bertugas di Eropa membawa pulang gaya berciuman ini.

Sebuah foto pasca-Perang Dunia II seakan menjawab teka teki ini. Seorang pelaut AS mencium perawat berseragam putih di Time Square sebagai perayaan kemenangan Sekutu atas Jepang.

Sementara istilah ciuman itu dikenal di mana-mana, orang-orang Prancis malah tak menyebutnya dengan istilah 'french kiss'. Prancis tak mengenal istilah untuk gaya berciuman jenis ini. Baru pada 2014 lalu, kamus Petit Robert menambahkan kata 'galocher' yang berarti 'mencium dengan lidah'.

Gaya apa pun yang dilakoni, berciuman mendatangkan manfaat bagi tubuh. Sejumlah studi menyebut, berciuman membantu mengurangi tekanan darah, meningkatkan hormon bahagia, membakar kalori, dan meningkatkan rasa percaya diri.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA