Yang Membuat 'Filmaker' Dunia Ramai-ramai Datang ke Siprus

CNN Indonesia | Selasa, 23/07/2019 11:09 WIB
Yang Membuat 'Filmaker' Dunia Ramai-ramai Datang ke Siprus Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/byheaven)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hollywood dan Bollywood patut was-was karena kini pulau bagian timur Mediterania, Siprus, sedang membangun reputasi sebagai magnet turis berkat pantainya yang menjadi lokasi syuting film baru Nicolas Cage berjudul 'Jiu Jitsu'.

'Jiu Jitsu' merupakan film aksi yang dibungkus fiksi ilmiah. Dana pembuatan film ini bernilai jutaan dolar Amerika, namun pemerintah Siprus memberikan kelonggaran kepada tim produksi berupa potongan pajak selama syuting di 'Olivewood'.

Alhasil seluruh pulau digunakan sebagai lokasi beradegan, yang akhirnya menjadi promosi tersendiri bagi Siprus.



Sebelumnya film 'S.O.S: Survive or Sacrifice' yang dibintangi Alec Baldwin menjadi film pertama yang syuting di sini.

"Siprus dianggap oleh banyak orang sebagai sebuah studio film alami," kata Ketua Investasi Siprus, Michalis Michael, seperti yang dikutip dari AFP pada Senin (22/7).

Pulau ini menawarkan lautan biru tua dan diberkahi dengan pantai berpasir putih, bukit-bukit yang ditumbuhi pohon zaitun, situs arkeologi, dan resor pegunungan - ditambah langit cerah sepanjang tahun.

Cage yang mendapatkan Oscar pada 1996 sebagai aktor terbaik dalam film 'Leaving Las Vegas', mengatakan kepada wartawan di Siprus bahwa pulau itu "telah menjadi penyemangat yang baik bagi saya".

Dia berbicara tentang "kemewahan" mengunjungi Gunung Olympus, titik tertinggi di Siprus, dan berpesta saat "makan siang khas Yunani dalam wadah panci tanah liat, daging domba dan yoghurt yang lezat".

Kurang infrastruktur

Tahun lalu, Siprus menjadi tuan rumah konferensi film pertamanya, dihadiri oleh puluhan delegasi dari industri film asing.

Pemerintah setempat sekaligus meluncurkan program 'Olivewood', yang menawarkan kredit pajak kepada rumah produksi asing dan diskon harga hingga 35 persen selama pembuatan film di Siprus.

Sebuah situs web khusus, Film in Cyprus, juga didirikan oleh Badan Promosi Investasi Siprus untuk mempromosikan pulau itu.

Produser 'Jiu Jitsu' Dimitri Logothetis dan Martins Rozitis, yang mengepalai perusahaan produksi untuk 'S.O.S: Survive or Sacrifice', tertarik dengan penawaran tersebut, tetapi keduanya sepakat bahwa "kurangnya infrastruktur" tetap menjadi kendala.

[Gambas:Instagram]

"Jelas kami menderita kekurangan peralatan dan studio," kata Rozitis kepada AFP, di lokasi syuting filmnya di tempat penampungan nelayan Moni, dekat pelabuhan selatan Limassol.

"Tapi masih ada orang-orang antusias yang sangat baik di sini dan perusahaan yang mulai menyediakan penyewaan studio, mobil, peralatan," tambahnya.

Logothetis, warga keturunan Yunani-Amerika yang juga menyutradarai 'Jiu Jitsu', mengatakan dia harus membawa peralatan yang diperlukan untuk merekam film di Siprus.

"Mereka (Siprus) belum memiliki infrastruktur tetapi kami membawanya. Kami membuat studio sendiri," katanya, di lokasi syuting di desa Mammari dekat ibukota, Nicosia.

Desa itu terletak di dekat garis hijau yang membatasi Siprus sejak 1974, ketika pasukan Turki menyerbu dan menduduki sepertiga bagian utaranya.


[Gambas:Instagram]

Menaklukkan Hollywood

Logothetis memiliki harapan tinggi bagi Siprus untuk berkembang menjadi destinasi murah produksi film, seperti Bulgaria dan Rumania.

"Anda tahu Bulgaria tidak punya apa-apa, dan sekarang ada studio besar, Rumania tidak punya apa-apa, dan sekarang ada studio besar dan banyak infrastruktur," katanya.

Pembuat film itu mengatakan Hollywood telah menjadi terlalu mahal bagi para pembuat film dengan anggaran terbatas, jadi dia telah melakukan survei ke beberapa negara Eropa yang menawarkan keuntungan finansial sebelum memilih Siprus.

Dan dia sudah berpikir untuk syuting film kedua tahun depan di Siprus.

"Pemerintah sudah menyetujui film yang saya namakan 'Men of War', yang ditulis oleh Gary Scott Thompson yang menulis 'Fast and Furious' ... Jadi saya berpikir untuk membawanya pada Februari . "

"Akan sangat sulit untuk melakukan film aksi seperti ini di Hollywood, butuh banyak uang," kata Logothetis tentang 'Jiu Jitsu', yang memiliki anggaran US$27 juta.


Sekolah film

Investasi Siprus memiliki anggaran tahunan sebesar 25 juta euro dan berharap itu akan cukup untuk menarik investasi senilai 70 juta euro dari rumah produksi film asing, serta menciptakan lusinan pekerjaan di pulau itu.

Sekitar 65 persen dari tim yang mengerjakan 'Jiu Jitsu' adalah penduduk Siprus.

Tetapi para ahli dan masyarakat industri sepakat bahwa banyak yang harus dilakukan untuk membangun industri film yang solid di pulau itu.

"Kami membutuhkan sekolah film ... Sebuah studio akan membantu produksi besar tetapi juga produksi kecil untuk menekan biayanya," kata Longinos Panagi, yang duduk di dewan gubernur Siprus.

Sutradara film asal Siprus, Marios Piperides, yang memenangkan Tribeca Film Festival's Best International Narrative Feature pada tahun 2018 untuk film debutnya 'Smuggling Hendrix', lebih optimis.

Dia berharap 'Olivewood' akan membantu merangsang industri, mendorong lebih banyak pembuat film untuk mengambil risiko dan mendorong lebih banyak orang Siprus untuk menonton film.

[Gambas:Video CNN] (AFP/ard)