Perempuan yang akrab disapa Inong ini sepakat bahwa alat kelamin harus dilontarkan dengan sebutan ilmiah yang sebenarnya: penis dan vagina.
"Di sekolah, saya sudah cross-check kalau memang pengetahuan dasar [seksualitas dan kesehatan reproduksi] diajarkan. Jadi, di rumah tinggal mengulang," kata Inong saat berkunjung ke kantor CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Gema Seruan Setop Perkawinan Anak |
"Kami enggak akan pernah tahu, nih, kalau anak ada hernia," kata Inong. Kebetulan, kedua anak mereka, Bima Bijak (10) dan Arsanadi Arka (7) diketahui mengidap hernia. "Mereka bilang sama ayahnya, 'Ada yang kejepit, nih. Sakit sebelah sini'," kata dia.
Jika saja Bima dan Arsanadi malu, masalah kemudian muncul. Hernia yang diidap bisa jadi kian parah.
Inong menekankan, komunikasi yang baik antara anak dan orang tua mempermudah didapatnya solusi untuk sebuah masalah. Inong tak ingin keempat buah hatinya memendam persoalan dalam waktu lama. Inong tahu bahwa anak memiliki batasan untuk mengelola emosi.
Saat terbangun dialog, orang tua bisa perlahan mengenal anak. Dimulai dari pertanyaan sederhana tentang apa yang dirasakan anak.
Komunikatif, demokratis, dan terbuka adalah cara Abimana dan Inong mendidik anak. Jangankan soal masalah yang menimpa anak, perkara pekerjaan yang akan diambil kedua orang tuanya pun kerap didiskusikan.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)