Kenaikan berat badan usai pernikahan kerap dikaitkan dengan kebahagiaan hidup berumah tangga yang mereka alami. Mengutip Bright Side, hal tersebut dibuktikan dalam sejumlah penelitian.
Salah satunya adalah studi yang dilakukan sejumlah peneliti di University of North Carolina, Amerika Serikat. Penelitian mengukur berat badan sebanyak 8 ribu partisipan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya wanita, kenaikan berat badan juga terjadi pada pria usai pernikahan. Studi menyebut, pria yang hidup bersama pasangan lebih dari dua tahun, dua kali lebih mungkin untuk mengalami kenaikan berat badan sebesar 11 kilogram.
Selain itu, studi juga menemukan korelasi antara hubungan romantis dengan perubahan gaya hidup. Studi melihat adanya penurunan signifikan dalam merokok dan kebiasaan meminum alkohol. Hal itu menunjukkan keinginan pasangan untuk menjalani gaya hidup yang lebih sehat usai menikah.
Studi lain yang dilakoni National Institute of Health menindaklanjuti penelitian tersebut. Studi lanjutan dilakukan untuk memeriksa apakan kenaikan berat badan usia menikah merupakan cerminan positif atau negatif dari kebahagiaan mereka.
Studi lain yang dipublikasikan dalam New England Journal of Medicine juga turut mengonfirmasi kaitan tersebut. Studi menyebut, kenaikan berat badan usai menikah bisa menular pada pasangan. Jika pria mengalami kenaikan berat badan, wanita memiliki peluang 37 persen untuk mengalami hal yang sama.
Mereka yang mengalami kenaikan berat badan usai pernikahan dianjurkan untuk mengontrol angka indeks massa tubuh (BMI). Kontrol ini bertujuan untuk menjaga tubuh tetap sehat dan terhindar dari obesitas.
[Gambas:Video CNN] (nad/asr)