Atraksi Wisata Lintas Batas Negara di Skouw

CNN Indonesia | Minggu, 04/08/2019 10:50 WIB
Atraksi Wisata Lintas Batas Negara di Skouw Pengunjung berfoto di panggung pandang yang ada di kawasan Pos Lintas Batas Terpadu Skouw, sambil memandangi Wutong, sebuah kampung di Papua New Guinea. (CNN Indonesia/ Ronny Adolof Buol)
Jakarta, CNN Indonesia -- Wajah perbatasan Republik Indonesia - Papua New Guinea (PNG) kini tampak megah, karena pembangunan berbagai fasilitas modern dan dioperasikan sejak Mei 2017.

Jika dulu pintu keluar masuk dari dan ke PNG hanya dilalui para pelintas batas, kini telah menjadi destinasi wisata yang cukup ramai dikunjungi.

Pada akhir pekan dan hari libur, pengunjung bisa mencapai ribuan orang.


Padahal jarak dari Kota Jayapura menuju Skouw di Distrik Muara Tami cukup jauh. Namun akses jalan yang mulus membuat perjalanan menuju Skouw dipermudah.



Pengunjung yang datang ke Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw pada umumnya karena penasaran dengan keberadaan tapal batas negara.

Kemegahan gedung kembar dan beberapa bangunan ikonik juga menjadi alasan pengunjung rela menuju ke sana.

"Sangatlah rugi jika sedang berada di Jayapura, dan tidak datang ke sini," ujar Suhandri Lariwu, salah satu pengunjung dari Kota Manado kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (3/8).

Suhandri yang datang bersama rekannya Fine, tertarik untuk berfoto-foto di beberapa titik yang menarik di PLBN Skouw.

Beberapa titik yang dimaksud seperti di depan tulisan 'SKOUW Border Post of the Republik of Indonesia', patung Garuda di depan gedung kembar, menara mercusuar dan latar belakang alam yang asri dan indah.



"Kami juga akan menyeberang ke Papua New Guinea, dan berswafoto di sana, keren pemandangannya," kata Fine.

Lokasi yang dimaksud Fine adalah panggung pandang yang berada di PNG yang hanya berjarak sekitar 500 meter dari zona netral.

Untuk menuju ke tempat itu, pengunjung cukup melapor ke petugas dan melewati pos pemeriksaan PNG.

Begitu keluar, perbedaan antara Indonesia dan PNG langsung terasa, terutama bahasa dan dialek penduduk PNG.

Pengunjung yang masuk ke PNG langsung disambut dengan pemandangan terminal kendaraan penumpang menuju ke kota-kota di PNG.

Tapi pengunjung yang tidak membawa paspor dilarang untuk bepergian jauh. Cukup berada di sekitar pintu keluar dari Indonesia.



"Pemandangannya indah sekali, kami juga bisa merasakan kuliner warga PNG serta berbelanja cenderamata," kata Fine, usai berswafoto dengan latar belakang lautan pasifik dan kampung Wutong di PNG.

Fine dan Suhandri berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia yang telah menyulap tapal batas menjadi mewah dan lengkap.

"Semuanya ada. Toiletnya bersih, petugas keamanannya pun ramah dan melayani dengan sangat baik, walau tugas mereka sesungguhnya adalah menjaga keamanan," kata Suhandri.

[Gambas:Video CNN] (ron/agr)