Ahli paru RSUP Persahabatan, Agus Dwi Susanto mengatakan, polusi udara menimbulkan risiko terhadap penyakit jantung dan stroke. Sama seperti gangguan pernapasan, hal ini disebabkan oleh komponen partikel polusi udara.
Partikel berukuran 2,5 mikrometer itu, kata Agus, bisa masuk ke saluran napas bawah hingga ke alveoli. Nama terakhir merupakan salah satu bagian dari anatomi paru tempat terjadinya pertukaran oksigen dan karbon dioksida.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:INFOGRAFIS: Jenis Masker dan Kegunaannya |
Partikel halus tersebut, kata Agus, dapat merangsang proses oksidatif dan peradangan sistemik pada pembuluh darah.
"Dalam jangka panjang bisa menimbulkan plak di jantung atau pembuluh darah," kata Agus. Plak ini lah yang menyebabkan munculnya penyakit jantung dan stroke.
Selain jantung dan stroke, gangguan pada sistem pernapasan merupakan dampak kesehatan umum dari polusi udara. Partikel yang terhirup akan menimbulkan iritasi pada saluran napas.
Saat iritasi berlanjut, beberapa risiko penyakit seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), influenza, hingga batuk kronis akan bermunculan. Bukan tak mungkin polusi udara Jakarta juga bisa mengakibatkan kanker paru.
Untuk perlindungan yang lebih mumpuni, Anda bisa menggunakan respirator yang mampu menyaring hingga 95 persen partikel polusi udara.
"Juga jaga kebugaran tubuh. Timbulnya penyakit juga ada aspek imunitas yang lemah, sehingga perlu istirahat cukup dan konsumsi makanan [mengandung] antioksidan," imbuh Agus.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)