7 Cara Menyenangkan Diri saat Backpacking di Eropa

CNN Indonesia | Kamis, 08/08/2019 15:09 WIB
7 Cara Menyenangkan Diri saat Backpacking di Eropa Ilustrasi. (Istockphoto/Stephane Noiret)
Jakarta, CNN Indonesia -- Backpacking merupakan kegiatan wisata yang sedang sering dilakukan backpackers, terutama yang berjiwa muda. Yang membuat backpacking berbeda dari perjalanan wisata biasa adalah membawa ransel dengan perlengkapan secukupnya.

Pengeluaran juga sangat diperhatikan. Semakin sedikit uang yang dikeluarkan akan lebih baik.

Banyak alasan melakukan backpacking, mulai dari liburan sambil menghemat biaya, bertemu orang baru, sampai menemukan pencerahan.


Eropa dianggap sebagai salah satu destinasi backpacking yang seru. Walau tak semenantang Asia atau Afrika, backpacking di sini berarti menantang diri untuk melakukan penghematan sambil tetap menikmati hidup, begitu istilahnya.

Berikut adalah tujuh tips sebelum backpacking ke Eropa:


1. Pilih musim

Eropa merupakan benua empat musim. Saat merencanakan perjalanan backpacking, alangkah baiknya jika mencari tahu musim yang sedang berlangsung di negara tujuan, salah satunya agar tak salah kostum.

Dengan mengetahui musim, backpackers juga dapat menentukan negara mana yang akan didatangi terlebih dahulu.

Pada saat musim panas negara Balkan--seperti Turki, Yunani, Italia, atau Kroasia, dan negara Baltik--seperti Jerman, Denmark, atau Swedia, memiliki pemandangan yang fantastis.

Sedangkan saat musim semi negara Belanda, Inggris, dan Prancis akan memiliki hari yang lebih panjang dan harga akomodasi yang relatif lebih murah.

2. Gunakan kereta

Kereta merupakan transportasi umum yang paling utama di benua Eropa. Bukan hanya antarkota saja, namun juga antarnegara.

Walau durasi perjalanannya lebih lama ketimbang pesawat, tarif yang murah dan pemandangan yang indah membuat perjalanan bakal semakin berkesan.

Siapa tahu Anda bernasib seperti Celine dan Jesse dalam film 'Before Sunset'.

Jangan lupa urus visa jika ingin berpindah negara. Perlu diketahui kalau Visa Inggris berbeda dengan Visa Schengen.

3. Pahami akomodasi

Sebelum menyewa penginapan, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu mengenai akses dan suasana di sekitarnya.

Tujuan backpacking memang menghemat uang, tapi alangkah baiknya bermalam di hostel yang lebih mahal sedikit namun dekat pusat transportasi dan keramaian.

4. Makan seperti warga lokal

Makanan instan dan microwave menjadi sahabat sejati para backpackers. Di Eropa, banyak supermarket yang menyediakan menu sarapan sampai makan malam dengan harga bersahabat. Jadi jangan khawatir kelaparan.

Alternatif lain ialah dengan mencari tahu situs ulasan kuliner berharga murah. Menggabungkan sarapan dengan makan siang juga bisa menjadi jalan keluar, apalagi porsi masakan di Eropa sangat besar.

Cara ketiga adalah dengan mengikuti karyawan kantoran makan siang. Mereka biasanya punya tempat makan favorit yang murah meriah setiap harinya.

Intinya tahan nafsu untuk makan minum di tempat makan yang Instagram-able atau terlalu populer.


5. Temukan hal gratis

Menghemat uang bukan berarti menunda kesenangan. Sama seperti supermarket, ada banyak taman dan museum gratis di benua Eropa.

Ikuti akun sosial media badan pariwisata setempat sehingga bisa menemukan hal-hal unik di kawasan yang sedang didatangi.

6. Ikuti kaki

Objek wisata populer biasanya bakal ramai diserbu backpackers. Datang lebih pagi atau sebelum tutup agar bisa menikmatinya lebih tenang.

Mengikuti tur jalan kaki juga bisa menjadi tambahan kegiatan. Donasinya berupa tip yang bisa disesuaikan dengan isi dompet.

Jalan kaki ke sana ke mari juga bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan, sehingga wisata tak melulu terjadwal hanya ke tempat-tempat yang terlalu populer.

7. Tidur larut malam

Berlin, London, Budapest, Brussels, dan Roma merupakan kota-kota di Eropa yang terkenal dengan keseruan wisata malamnya, mulai dari bar, festival musik, sampai kelab malam.

Bagi yang gemar bersosialisasi, jangan tidur terlalu cepat, karena keriaan di Eropa biasanya baru dimulai setelah matahari turun.

(kia/ard)