Mengenal Gen Alpha, Generasi Setelah Milenial dan Gen Z

tim, CNN Indonesia | Selasa, 13/08/2019 12:05 WIB
Mengenal Gen Alpha, Generasi Setelah Milenial dan Gen Z Setiap generasi dinilai memiliki karakter yang berbeda. Setelah Gen Millenial dan Gen Z, berikut karakter umum yang dimiliki Gen Alpha. (Istockphoto/Goldmund)
Jakarta, CNN Indonesia -- Generasi Alpha telah 'lahir'. Mereka disebut-sebut sebagai anak dari generasi Y alias generasi milenial serta adik dari Generasi Z. Rata-rata generasi milenial kini sudah menjadi orang tua dan Generasi Z masuk dalam fase dewasa muda.

Menurut lembaga penelitian sosial di Australia McCrindle, kelahiran generasi Alpha sudah mencapai laju 2,5 juta kelahiran per minggu. Anak-anak generasi ini merupakan kelahiran tahun 2010 ke atas dengan usia tertua di tahun 2019 ialah 9 tahun.


Bagi generasi Alpha, teknologi merupakan sesuatu yang begitu erat kaitannya dengan kehidupan. Mereka dengan mudah terhubung dengan teknologi dan memanfaatkannya sebagai sarana untuk mendapatkan informasi maupun melakukan komunikasi dengan instan.


Walau begitu, generasi ini didapati tidak begitu kecanduan terhadap teknologi. Seperti yang dilansir Metro, CEO Beano Studios Emma Scott menyatakan, meski mereka adalah generasi pertama yang lahir di dunia serba digital, mereka tidak kecanduan pada teknologi layaknya orang tua milenial yang kecanduan pada sebuah aplikasi selfie.

Hasil tersebut didapat setelah Beano Studios meneliti 2.000 anak generasi Alpha di Inggris termasuk orang tua mereka. Hasil tersebut menyebutkan bahwa generasi ini memiliki keseimbangan antara menggunakan teknologi dengan aktivitas fisik maupun sosial.

Hampir setengah (48 persen) generasi Alpha cukup sering menghabiskan waktu tanpa perangkat teknologi. Mereka menikmati beragam aktivitas fisik seperti bermain di luar ruangan serta membuat kerajinan tangan.


Secara pemikiran, generasi Alpha dinilai memiliki pandangan yang lebih terbuka dan maju dari generasi sebelumnya. Ini membuat mereka mengesampingkan stereotipe terhadap identitas tertentu serta lebih mampu menerima perbedaan.

Sikap-sikap tadi membuat generasi Alpha memiliki kekuatan untuk mencapai pendidikan yang lebih baik. Ke depannya, anak-anak generasi paling muda ini diharapkan dapat menjadi perwujudan masa depan dan dunia yang lebih baik.

(dir/ayk)


ARTIKEL TERKAIT