Penyebab Nyeri Kaki, Tak Melulu Gara-Gara Keseleo

CNN Indonesia | Rabu, 06/11/2019 20:38 WIB
Penyebab Nyeri Kaki, Tak Melulu Gara-Gara Keseleo Nyeri juga dapat menjalar dari bagian tubuh lain dan mengakibatkan rasa tak nyaman di kaki. (Foto: Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kaki adalah organ tubuh yang berpengaruh sebagai penopang dan berfungsi untuk berjalan. Ketika merasakan sakit, nyeri, atau kaki pasti hal ini akan sangat mengganggu aktivitas untuk bergerak. Penyebab nyeri kaki ternyata bermacam-macam, tak hanya karena kelelahan bertumpu, pegal, dan keseleo.

Nyeri kaki adalah kondisi umum usai mengalami cedera. Jatuh, tersandung, terkena pukulan, dan keseleo dapat merusak tulang, otot, dan sendi kaki atau bahkan kombinasi ketiganya.

Sebagian besar nyeri pada kaki disebabkan oleh cedera atau radang pada salah satu struktur yang ditemukan di kaki, seperti tulang, sendi, otot kaki, tendon, ligamen, pembuluh darah, saraf, dan kulit. Peradangan jaringan biasanya menjadi penyebab rasa sakit.


Namun tak hanya kondisi traumatik tersebut yang menjadi penyebab kaki terasa nyeri. Bisa juga ditimbulkan akibat kondisi medis atau alasan nontraumatik. Nyeri juga dapat menjalar dari bagian tubuh lain dan mengakibatkan rasa tak nyaman di kaki.

Berikut 7 penyebab nyeri kaki selain karena keseleo, dilansir dari berbagai sumber.


1. Sakit punggung

[Gambas:Youtube]
Sakit punggung bawah (low back pain) dapat menyebabkan rasa sakit dan mati rasa pada kaki. Orang dengan masalah punggung karena radang sendi atau cakram yang pecah dapat mengakibatkan nyeri panggul lalu menyebar ke kaki.

Nyeri yang menjalar ke kaki yang mengikuti jalur salah satu dari banyak akar saraf dan membentuk saraf siatik. Nyeri siatik biasanya dimulai di bagian punggung, menjalar ke pantat dan ke bagian depan atau belakang paha dan berpotensi turun ke kaki.

Nyeri kaki akibat kondisi ini bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk melenturkan kaki, sulit berdiri di atas jari-jari kaki, dan menurunkan kaki. Ini terjadi karena saraf sakral pertama tertekan atau cedera.

Jika nyeri punggung dan kaki disertai dengan kelemahan otot, jatuh, atau perubahan fungsi usus atau kandung kemih, mungkin indikasi cauda equina--menandakan kondisi darurat yang melibatkan sumsum tulang belakang.

2. Kram otot

[Gambas:Youtube]
Kram otot merupakan gejala kontraksi otot dengan kuat dan terjadi secara tiba-tiba. Kram bisa berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit, dan umum terjadi pada kaki. Kram pada otot betis merupakan sumber kaki nyeri yang paling umum terjadi.

Biasanya, kondisi ini terjadi selama olahraga atau sesudah olahraga. Misalnya, ketika Anda mengalami dehidrasi, kekurangan elektrolit dalam tubuh, kurang pemanasan sebelum olahraga, atau berolahraga terlalu lama sehingga otot menjadi lemah dan mudah mengalami kram.

Jika kaki mengalami kram, Anda bisa mengompres atau mandi dengan air panas untuk membantu meredakan nyeri kram. Tetapi cara ini tidak dianjurkan bagi penderita diabetes atau cedera saraf tulang belakang. Jika kram otot disertai bengkak, boleh dikombinasikan dengan kompres dingin untuk mengurangi peradangan.

3. Adanya penggumpalan darah

[Gambas:Youtube]
Penggumpalan darah di pembuluh darah besar dan arteri yang terletak di perut, panggul, atau kaki menjadi penyebab lain dari nyeri kaki. Ketika darah menebal dalam pembuluh darah dan menggumpal, darah bisa berubah menjadi gumpalan kental. Kebanyakan gumpalan darah terjadi di kaki bagian bawah atau paha karena terdapat vena di sana.

Kejadian ini terjadi karena tubuh Anda tidak aktif bergerak untuk waktu yang lumayan lama, seperti duduk dalam perjalanan penerbangan panjang atau naik mobil terlalu lama. Penggumpalan darah lebih berisiko orang yang memiliki kelebihan berat badan, merokok, atau mengonsumsi obat tertentu.

Jika Anda merasa mengalami penggumpalan darah, segera konsultasikan gejala ini pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.


4. Shin splints

[Gambas:Youtube]
Shin splints adalah rasa sakit yang muncul tepat di tulang kering. Kondisi ini juga dikenal sebagai sindrom stres tibialis. Shin splints terjadi karena peradangan otot dan daging di sepanjang tepi tulang kering sehingga menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan.

Sebenarnya shin splints adalah cedera yang umum terjadi di kalangan penari dan atlet pelari. Akan tetapi orang-orang awam yang menambah durasi dan intensitas olahraga rentan mengalami shin splints. Hal ini disebabkan oleh tekanan yang berlebihan secara terus-menerus kepada jaringan ikat pada tulang kering.

Cedera ini bisa dicegah dengan metode latihan secara bertahap. Jika si penderita terus berolahraga dan mengabaikan rasa sakitnya, belat tulang kering dapat berkembang hingga berisiko patah tulang. Terlalu sering mengalami cedera dapat menyebabkan rasa sakit dan trauma pada otot, tendon, dan sendi yang bisa pulih dalam waktu yang lebih lama.


5. Achilles tendinitis

[Gambas:Youtube]
Tendon achilles adalah jaringan ikat yang menghubungkan otot betis dengan tumit. Jika tiba-tiba ada tekanan ekstra pada otot betis, tendon achilles bisa bengkak atau pecah. Hal ini menyebabkan nyeri pada betis, pembengkakan, dan kesulitan untuk merentangkan kaki.

Jika Anda mengalami gejala ini, coba kompres dengan es batu untuk meredakan rasa nyeri atau mengonsumsi obat antiinflamasi, tetapi pastikan untuk konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hindari melakukan apa pun yang bisa menambah rasa sakit. Saat sakitnya berkurang, regangkan kaki perlahan-lahan.

6. Varises

[Gambas:Youtube]
Varises adalah pembengkakan atau pelebaran pembuluh darah vena yang disebabkan oleh adanya penumpukan darah di dalam pembuluh tersebut. Varises ditandai dengan pembuluh vena yang berwarna ungu atau biru gelap, dan tampak bengkak atau menonjol. Kondisi tersebut tak hanya menimbulkan bercak pada kulit yang mengganggu penampilan, juga menyebabkan kram otot dan kaki berdenyut disertai rasa sakit.


7. Diabetes

[Gambas:Youtube]
Diabetes dapat menyebabkan saraf pada tungkai dan kaki tidak berfungsi. Jika seseorang tidak mengontrol kadar gula darah, saraf dan pembuluh darah akan memburuk dan kehilangan fungsinya.

Gejala mungkin termasuk rasa sakit, infeksi kulit, mati rasa, atau atau sensasi kesemutan. Diabetes juga merupakan salah satu faktor risiko penyakit pembuluh darah perifer (PAD), yang dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di kaki yang mengurangi aliran darah ke otot.

Otot yang terluka akan menyebabkan rasa sakit karena peradangan dan pembengkakan, tetapi juga dapat memengaruhi keseimbangan otot di sekitar sendi. Jika ketidakseimbangan ini berlanjut, persendian bisa mulai terasa sakit karena tekanan kronis yang menimpanya.

Penderita diabetes juga lebih rentan terkena infeksi karena terganggunya sistem kekebalan tubuh. Seiring dengan pasokan darah yang buruk ke kaki, risiko infeksi kaki akan lebih besar pada penderita diabetes.


Itulah tujuh penyebab nyeri kaki. Biasanya kita sering menganggap enteng nyeri kaki usai cedera dengan melakukan perawatan sendiri di rumah. Namun, daripada muncul risiko terjadinya patah tulang, pembengkakan pada sendi, atau malah ada masalah kesehatan lainnya, sebaiknya lekas mencari perawatan medis dengan segera.

Meski kaki terasa masih bisa digerakkan, bukan berarti tidak terjadi apa-apa. Dalam banyak kasus, nyeri kaki muncul secara bertahap sehingga pasien akan melakukan pengobatan medis ketika rasa sakit mulai mengganggu aktivitas mereka sehari-hari. Seringkali, nyeri kaki adalah indikasi dari kumpulan gejala penyakit yang mungkin lebih besar. (paz/fef)