"Betul, tersangka A positif mengidap HIV," ujar Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Garut AKP Maradona Armin Mapaseng saat dikonfirmasi, Selasa (20/8).
Temuan didapat berdasarkan tes darah yang dilakukan pekan lalu. Meski positif HIV, tersangka tetap menjalani proses hukum.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Obat Implan Jadi Harapan Baru bagi ODHA |
Dalam kasus video asusila 'Vina Garut', hubungan seks dilakukan secara threesome. Pertanyaannya kemudian, apakah hubungan seks yang dilakukan secara threesome memperbesar risiko penularan?
"Sebenarnya bukan masalah berapa banyaknya, tetapi kalau salah satu positif HIV [kemudian] berhubungan tanpa kondom, maka ada risiko penularan," jelas ahli medis HIV, Adyana Esti saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (21/8).
"Cek status PMS [penyakit menular seksual] seperti HIV, sifilis. Kalau salah satu positif, musti dilakukan pengobatan dulu," ujar Esti.
Esti menambahkan, penularan HIV tak hanya terjadi saat hubungan seks dilakukan, tapi juga melalui transfusi darah yang tidak melalui skrining PMI, serta penggunaan jarum suntik yang tidak steril.
Ibu yang positif HIV pun bisa menularkannya ke si buah hati, baik saat kehamilan, proses persalinan, hingga saat pemberian ASI.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)