Selain nenek Cindy Karmoko, Judith Boyd sudah lebih dulu membuktikan kalau cantik tak memandang usia.
Bak influencer, Judith Boyd, berdandan anggun dan tampil modis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya bergabung dengan agensi model selama beberapa tahun. Saya juga ikut mempromosikan aksesori dan berjalan di atas runway untuk desainer Denver sebagai pembukaan pertunjukan New York Fashion Week awal tahun ini. Tak ada yang terlambat," ujar Boyd, mengutip Metro.
[Gambas:Instagram]
Tumbuh besar di pedesaan Minnesota, Amerika Serikat, Boyd selalu melihat sang bibi yang bekerja di kota dan tampil gaya. Dari situ, dia senang berdandan meski tidak secara signifikan meniru sang bibi.
Beranjak dewasa, Boyd mengikuti pelatihan sebagai perawat di Minneapolis. Sejak kepindahannya, dia mulai mengembangkan minatnya terhadap busana vintage, khususnya topi. Bekerja sebagai perawat di klinik psikiatris pun tak membuatnya berhenti mengeksplorasi fesyen.
"Saya akan berpikir tentang apa yang ingin saya kenakan untuk bekerja di pagi hari. Pihak rumah sakit memperbolehkan saya untuk mengekspresikan diri, dan saya tahu para pasien menghargainya," kata Boyd.
Setelah kepergian Nelson, Boyd melakukan terapi dengan mengisi halaman blog-nya dengan ide-ide busana yang dia kenakan saat menemani sang suami menjalani kemoterapi.
"Nelson akan mengambil gambar saat kami hanya berdua, sebelum perawatannya dimulai. Dia benar-benar membantu saya memulai dasar kehidupan yang saya miliki sekarang," kata Boyd.
Halaman blog bertajuk "Style Crone" itu mengandung harapan bagi para perempuan untuk tetap merayakan kebebasan berekspresi saat memasuki usia senja. Istilah 'crone' digunakan untuk mendeskripsikan perempuan dalam konteks positif.
[Gambas:Video CNN] (els/asr)