Menengok Fasilitas Kesehatan Ibu Kota Baru di Kalimantan

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 27/08/2019 16:58 WIB
Menengok Fasilitas Kesehatan Ibu Kota Baru di Kalimantan Indonesia bakal punya ibu kota baru. Sejumlah fasilitas kesehatan telah ada di berbagai titik di ibu kota baru di Kalimantan Timur. (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemudahan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan merupakan salah satu pertimbangan penting saat memutuskan untuk pindah rumah, termasuk saat Anda ikut pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim). Ibu kota baru akan pindah ke Penajem Paser Utara dan Kutai Kertanegara. 

Berdasarkan Profil Kesehatan yang diterbitkan Dinas Kesehatan Kalimantan Timur pada tahun 2018, provinsi ini memiliki sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari klinik hingga rumah sakit.

Rumah sakit bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan pelayanan lengkap. Di Kalimantan Timur, rumah sakit tersebar di 10 kabupaten kota dengan jumlah 39 rumah sakit umum dan 12 rumah sakit khusus.



Lebih mudahnya, Anda bisa menuju ke Samarinda, yaitu ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Di sana terdapat sejumlah pilihan rumah sakit. Di antaranya RS. Khusus Bedah & Bersalin Samarinda Siaga, RS. Bakti Nugraha, RS TNI Kasdim, RS. E. A. Moeis, RSUD A. Wahab Syajranie SMD, RS Atma Husada Mahakam (Jiwa) Samarinda, RS Islam, RSIA Aisyiah, RS H Darjat, serta RS Dirgahayu.

Bila menggunakan fasilitas BPJS, Anda bisa lebih dulu menuju ke puskesmas terdekat. Jumlah puskesmas rawat inap di Kalimantan Timur mencapai 106 puskesmas. Ditambah 82 puskesmas non rawat inap, 183 puskesmas keliling, dan 722 puskesmas pembantu.

Pelayanan kesehatan lain yang juga bisa Anda kunjungi di Kaltim ialah 9 rumah bersalin, 307 balai pengobatan serta klinik, 914 praktik dokter perorangan, 38 praktik pengobatan tradisional, 2 bank darah rumah sakit, serta 10 unit transfusi darah.

Kalimantan Timur juga memiliki memiliki pelayanan kesehatan untuk ibu hamil, penanganan neonatal komplikasi, kunjungan neonatal, pelayanan imunisasi, dan pelayanan keluarga berencana.

Bila sekadar ingin membeli obat atau menebus resep obat, Kaltim memiliki 632 apotek, 185 toko obat, dan 13 penyalur alat kesehatan.


Sarana dan prasarana yang ada saat ini digunakan untuk menunjang kehidupan sekitar 3,7 juta penduduk di Kalimantan Timur.

Dengan kata lain, jumlah sarana maupun pelayanan kesehatan dinilai perlu ditambah saat ibu kota baru pindah ke Kalimantan Timur yaitu di Penajam Paser Utara dan Kutai Kertanegara, mengingat akan ada pertambahan jumlah penduduk yang cukup banyak.

Dibandingkan dengan di Jakarta, jumlah rumah sakit di Kalimantan tentunya masih kalah jumlah. Sebagai informasi, dikutip dari situs resmi pemerintah provinsi DKI Jakarta (jakarta.go.id), Jakarta memiliki sekitar 190 rumah sakit umum dan khusus. 


(ptj/ayk)


ARTIKEL TERKAIT