Diet Keto Tak Selalu Tepat untuk Anak

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 10:00 WIB
Diet Keto Tak Selalu Tepat untuk Anak Ilustrasi. Diet keto tak tepat jika diterapkan pada anak selain untuk keperluan medis. (REUTERS/William Hong)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diet rendah karbohidrat kian berkembang dan diterapkan oleh semua kalangan. Tak hanya orang dewasa, diet keto juga kini mulai banyak diterapkan pada anak-anak.

Mulanya, diet ini hanya diperuntukkan bagi orang dewasa. Namun, belakangan beberapa orang tua mulai menerapkan diet ini pada si buah hati.

Beda tubuh, beda pula kebutuhan. Kira-kira demikian yang patut diperhatikan orang tua. Melansir Medical Daily, para ahli mengatakan bahwa diet jenis ini mengundang bahaya bagi anak-anak jika tak dilakukan dengan cara yang tepat.


Keto diketahui menjadi cara pengobatan untuk mengurangi efek kemoterapi pada anak-anak dan dewasa. Diet ini membantu membatasi kadar glukosa dalam sel tumor.

Selain itu, keto juga dianggap ampuh mengatasi epilepsi. Diet dapat mengurangi frekuensi kejang pada anak-anak hingga 50 persen.

Namun, diet jenis ini tak disarankan pada anak-anak selain untuk keperluan medis. Alih-alih menyehatkan, diet justru akan membawa anak dalam bahaya.

Ahli gizi Melissa Fossier mengatakan, dalam masa perkembangan, anak-anak membutuhkan 130 gram karbohidrat dalam sehari. Sedangkan diet jenis ini membatasi asupan karbohidrat hingga 20-30 gram per hari.

Fossier mengatakan, anak-anak membutuhkan lebih banyak karbohidrat untuk masa pertumbuhan dan perkembangan. "Karbohidrat memberikan energi dan nutrisi penting," kata dia.

Diet keto yang diterapkan pada anak dengan cara yang salah akan memicu beragam efek samping. Mulai dari gangguan pertumbuhan, adanya ketidakseimbangan elektrolit, kadar kolesterol tinggi, gula darah rendah, dan beragam masalah pencernaan.

[Gambas:Video CNN] (dir/asr)