Hal ini juga akhirnya membuat tiga dari acara mode terbesar di kalender fashion Hong Kong harus dibatalkan. Acara ini termasuk dengan acara fashion show mewah dari rumah mode Chanel.
Menurut sumber South China Morning Post yang dekat dengan Chanel, acara fashion Chanel cruise show 2020 yang dijadwalkan berlangsung di terminal kapar pesiar Kai Tk pada 6 November mendatang sudah dibatalkan. Hanya saja, seorang juru bicara Chanel mengatakan bahwa mereka belum mengambil keputusan akhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'Tren' pembatalan ajang fashion ini pun juga merembet sampai ke tahun-tahun mendatang, membuat berbagai label lainnya ikut juga membatalkan acaranya.
Sekalipun masa demo anti-pemerintah ini sudah tenang, namun rumah mode mewah juga masih harus memperhitungkan konsumen dari China. Yang jadi masalah, konsumen China dalam beberapa pekan terakhir menyerukan boikot terhadap merek yang menuliskan Hong Kong dan Taiwan sebagai negara terpisah dari China. Salah satunya adalah label fashion mewah Versace, Givenchy, dan Coach. Hal ini dianggap sudah menyinggung warga China.
Foto: (AP Photo/Vincent Yu)ilustrasi demo anti pemerintah di Hong Kong |
Sekalipun bukan lagi urusan demo Hong Kong, namun situasi 'panas' di dunia fashion tentang 'salah tulis' negara berdampak membuat para influencer dan selebriti China ogah hadir jika acara ini tetap digelar dalam waktu dekat.
Berdasarkan direktur humas yang berbasis di antara Hong Kong dan China daratan, label produk harus ekstra hati-hati ketika ingin menggelar event besar di Hong Kong, terutama bagi brand global yang bertujuan ingin menggaet media, influencer, dan selebriti China. (chs)
Foto: (AP Photo/Vincent Yu)