Berubahnya sosok badut nan gemas menjadi menakutkan seperti Pennywise bukan terjadi tanpa alasan. Jauh sebelum sekarang, badut kerap dikaitkan dengan perilaku psikopat.
Karakter badut telah eksis sejak ribuan tahun lalu. Secara historis, badut menjadi alat untuk menyindir dan mengolok-olok orang yang lebih kuat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Review Film: 'It Chapter Two' |
Karakter badut jahat seperti Pennywise dalam film It Chapter Two juga bukan hal baru. Pada 2016 lalu, Benjamin Radford dalam bukunya bertajuk Bad Clowns melacak evolusi histori badut menjadi makhluk yang mengancam.
Ilustrasi. Sejak tahun 1970-an, badut kerap dikaitkan dengan perilaku psikopat. (REUTERS/Elizabeth Shafiroff) |
Pada 1970-an, badut digunakan sebagai salah satu alat pembunuhan berantai oleh John Wayne Gacy. Akibat sederet aksinya, John Wayne Gacy dikenal dengan julukan 'si badut pembunuh'. Praktis sejak saat itu, hubungan antara badut dan perilaku psikopat pun melekat secara kolektif dalam pandangan orang Amerika Serikat.
Pada 2016, badut bahkan meneror warga Amerika untuk memikat perempuan dan anak-anak lalu dibawa ke hutan.
Penelitian pada 2008 di Inggris menunjukkan bahwa hanya ada sangat sedikit anak yang benar-benar menyukai badut. Gambar-gambar badut di rumah sakit juga dapat memperparah keadaan.
Dikutip dari CNN, penelitian yang dilakukan Frank T McAndrew pada 2016 menunjukkan ada alasan psikologis di balik hal tersebut. Alih-alih menjadi jenaka, badut justru menghadirkan ketakutan, sebagaimana yang tampak pada sosok Pennywise dalam film It Chapter Two.
Sementara studi lain yang dilakukan oleh Rami Nader menemukan beberapa hal yang memicu rasa takut terhadap badut.
Beberapa alasan itu di antaranya makeup, penyamaran yang menyembunyikan identitas, serta perasaan mereka yang sebenarnya. Tampilan yang sulit diprediksi itu membuat seseorang terus waspada saat berhadapan dengan badut.
Dengan beragam alasan sedemikian rupa, tak heran jika Pennywise dalam film It Chapter Two menjadi sosok yang sangat menakutkan dengan senyumnya yang beringas.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)
Ilustrasi. Sejak tahun 1970-an, badut kerap dikaitkan dengan perilaku psikopat. (REUTERS/Elizabeth Shafiroff)