10 Makanan Penyebab Penyakit Jantung

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 20/09/2019 10:22 WIB
10 Makanan Penyebab Penyakit Jantung Mi instan adalah salah satu makanan yang bisa menyebabkan penyakit jantung. (diolah dari Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai organ tubuh yang paling vital, kesehatan jantung harus dijaga dengan berolahraga teratur dan menjaga makanan. Penyakit jantung ditandai penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh penumpukan plak di dinding arteri kemudian dapat menyumbat arteri.

Untuk itu, jauhi makanan pemicu dan atur pola makan yang sehat supaya terhindar dari penyakit degeneratif ini. Dikutip dari beberapa sumber, berikut 10 makanan yang harus dihindari karena tak baik untuk kesehatan jantung.

1. Gula, garam, dan lemak
Semakin banyak mengonsumsi garam, gula, dan lemak, maka semakin tinggi pula risiko terkena penyakit jantung. Mulailah untuk menguranginya dalam makanan Anda. Makan sayur dan buah untuk mengimbangi nutrisi tubuh.


2. Daging olahan
Makanan seperti hot dog, sosis, bacon, dan nugget berpotensi menyebabkan jantung menjadi tidak sehat. Ini disebabkan tingginya garam, kalori, dan lemak jenuh dalam makanan olahan itu. Jika mengonsumsinya secara berlebihan tentu akan meningkatkan peluang serangan jantung dan stroke.

3. Daging merah
Daging merah bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. (CNN Indonesia/Laudy Gracivia)


Daging merah pada sapi, domba, atau babi memproduksi lemak jenuh dan kolesterol yang tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi daging merah akan meningkatkan risiko penyakit jantung.

4. Soda
Sering tak disadari bahwa sumber tambahan gula terbesar bukan dari makanan, tetapi dari minuman seperti soda. Soda mengandung banyak pemanis buatan yang bahaya menyebabkan diabetes. Orang yang sering minum soda juga cenderung mengalami obesitas dari berat normalnya.

5. Kue

Foto: Istockphoto/fcafotodigital

Beberapa kue yang dipanggang seperti kukis dan muffin biasanya mengandung tinggi gula dan lemak jenuh (seperti mentega atau minyak sawit) dan lemak trans. Mereka yang sering mengonsumsi makanan ini akan berisiko tinggi terkena penyakit jantung.

6. Mi instan
Meskipun enak dan cepat disajikan, sering makan mi instan akan meningkatkan risiko perubahan metabolisme karena kandungan natrium yang tinggi, lemak jenuh, dan beban glikemik. Orang yang mengidap sindrom metabolik cenderung memiliki tekanan darah tinggi dan berisiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

7. Pizza

Foto: picjumbo

Sebagian pizza bisa menjadi makanan yang menyehatkan jika diolah dengan benar. Tapi kebanyakan, pizza diolah dengan jumlah sodium, lemak serta kalori tinggi. Tentu hal ini dapat meningkatkan risiko alami gangguan jantung.

8. Alkohol
Alkohol adalah jenis minuman yang harus dihindari penderita darah tinggi. Namun meski tubuh normal dan kadar trigliseridanya tak tinggi, mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat menaikkan tekanan darah, gagal jantung, stroke, dan penambahan berat badan.

9. Mentega
Sering mengonsumsi mentega yang mengandung lemak jenuh tinggi, dapat meningkatkan kolesterol jahat yang memicu penyakit jantung. Agar aman, pilihlah margarin yang lembut dan tidak mengandung minyak yang terhidrogenasi, atau gunakan minyak zaitun sebagai gantinya.

10. Kentang goreng
Foto: StockSnap/Krzysztof Puszczynski

Menu kentang goreng di restoran cepat saji tentu mengandung banyak garam dan lemak. Selain itu, metode penggorengan konvensional yakni deep fry menghasilkan lemak trans yang terbukti meningkatkan jenis kolesterol jahat dan menurunkan jenis lemak yang baik. Sebuah studi menyebut orang yang makan kentang goreng dua hingga tiga kali seminggu berpeluang meninggal lebih awal karena serangan jantung.

Dalam rangka memperingati World Heart Day, Yayasan Jantung Indonesia bekerja sama dengan Transmedia menyelenggarakan Jakarta Heart Bike 2019. Acara fun bike 20 KM ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jantung.

Simak selengkapnya di sini: https://www.loket.com/event/JakartaHeartBike2019 (dei/fef)