Kategori itu diputuskan dalam rangka penyelesaian kasus melawan produsen minuman anti-mabuk. Keputusan itu dikeluarkan hanya beberapa hari setelah festival bir tahunan Oktoberfest dimulai di Munich.
Mengutip AFP, perusahaan itu dituduh telah membuat minuman kesehatan ilegal yang diklaim tidak menimbulkan efek mabuk pada orang yang meminumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengadilan juga menyebut, produk makanan dan minuman tak dapat dipasarkan untuk mencegah atau mengobati penyakit.
"Produk makanan dan minuman tak bisa menjadikan informasi mencegah atau mengatasi penyakit sebagai cara untuk menarik konsumen," ujar pengadilan.
Dengan status 'penyakit', artinya seseorang harus memahami konsekuensi berupa gangguan pada kondisi tubuh setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Termasuk di antaranya kelelahan, rasa mual, dan sakit kepala.
Lihat juga:Daftar Negara Paling Senang Mabuk di Dunia |
Pada Februari lalu, peneliti Jerman dan Inggris menemukan bahwa jumlah minuman beralkohol yang dikonsumsi tak berpengaruh banyak terhadap intensitas mabuk seseorang.
Mengutip The Guardian, peneliti meminta sebanyak 90 peserta studi untuk mengonsumsi bir dan wine dengan urutan yang berbeda. Hasilnya, satu dari sepuluh orang mengalami muntah-muntah.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)