Mengenal Sindrom Ehlers-Danlos yang Diidap Penyanyi Sia

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 07:56 WIB
Mengenal Sindrom Ehlers-Danlos yang Diidap Penyanyi Sia Sindrom EDS yang dialami Furler kini sudah memasuki tahap kronis. (Foto: Grant Lamos IV/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyanyi Sia Furler mengidap gangguan neurologis berupa sindrom Ehlers-Danlos (EDS). Sindrom yang diderita pelantun lagu hit Cheap Thrills itu kini sudah memasuki kondisi kronis.

Sindrom Ehlers-Danlos seperti yang diderita Sia merupakan gangguan langka yang mempengaruhi jaringan ikat. Jaringan ikat yaitu jaringan yang berfungsi mengikat dan menyokong jaringan lain seperti kulit, tendon, ligamen, pembuluh darah, organ dalam, dan tulang.

EDS disebabkan oleh kesalahan pada gen tertentu yang membuat jaringan ikat melemah. Gen ini dapat diwarisi oleh satu atau kedua orang tua dan dapat pula terjadi pada orang tersebut tanpa diwarisi sebelumnya. Statistik dari komunitas Ehlers-Danlos menunjukkan prevalensi penyakit ini 1 pada 5.000 orang.



Efek sindrom Ehlers-Danlos ini berbeda pada tiap orang. Untuk beberapa orang, kondisi EDS relatif ringan, sebagian lain gejala tersebut justru bisa dapat melumpuhkan dan mengancam jiwa.

Dikutip dari NHS, terdapat 13 tipe EDS dengan gejala yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya gangguan EDS ini menyebabkan jaringan di dalam tubuh menimbulkan gejala pada sendi dan kulit.

Gejala pada sendi ditandai dengan peningkatan regangan sendi, dislokasi, nyeri, bergerak di luar batas sendi, dan osteoartritis dini.

Gejala pada kulit ditandai dengan kulit seperti beludru, kulit rapuh, kulit mudah memar atau luka, penyembuhan luka lama, dan muncul lesi berdaging dekat bekas luka.

Pada tingkat yang kronis gejala yang timbul dapat menyerang organ lain seperti pembuluh darah, usus, uterus, tulang, hingga gusi.


Meskipun sindrom Ehlers-Danlos seperti yang dialami Sia tak bisa disembuhkan, gangguan neurologis ini bisa diobati dengan menghambat dan meringankan gejala. Umumnya, penyakit ini ditangani ahli neurologi dan ahli genetika untuk menegakkan diagnosis yang tepat. (ptj/ayk)


ARTIKEL TERKAIT