Terawan mengatakan akan melakukan percepatan program penurunan stunting.
"Yang pertama, ya mengikuti apa yang jadi program Ibu (Nila F Moeloek, Menkes sebelumnya), kemudian kita lakukan percepatan," kata Terawan usai serah terima jabatan di Kemenkes, Kamis (24/10) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Terawan, program stunting sebelumnya terbukti dapat menurunkan angka stunting hampir 10 persen. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan angka stunting mencapai 37,2 persen. Pada 2018, prevalensi stunting menurun menjadi 30,8 persen dan pada 2019 menjadi 27,6 persen. Penurunan stunting ini dilakukan dengan program 1000 Hari Pertama Kehidupan dan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas).
Menjadi Menkes, Terawan ditargetkan untuk menurunkan stunting menjadi di bawah 20 persen pada 2024. Terawan juga menyebut akan terdapat beberapa inovasi untuk menyelesaikan persoalan kesehatan di Indonesia.
Selain stunting, Terawan juga mendapat tugas menyelesaikan karut marut Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Terawan menyebut akan bertemu dengan pimpinan BPJS Kesehatan untuk mengetahui akar permasalahan dan mencari solusi yang tepat.
"Langkah pertama, saya besok (24/10) akan menemui kepala BPJS. Nanti, dibicarakan apa solusinya, kan harus satu per satu," tutur Terawan. (chs)