Imigrasi Gelar Layanan Paspor Akhir Pekan di Mal Jakarta

CNN Indonesia | Sabtu, 26/10/2019 14:30 WIB
Imigrasi sediakan gerai pelayanan paspor akhir pekan di Plaza Semanggi dan enam gerai di Lippo Cikarang. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-74 Kementerian Hukum dan HAM RI atau biasa disebut Hari Dharma Karyadhika (HDKD), Direktorat Jenderal Imigrasi mengadakan Pelayanan Paspor Simpatik di Lippo Mal Plaza Semanggi dan Lippo Mal Cikarang pada Sabtu dan Minggu (26-27/10).

Kepala Subbag Humas Ditjen Imigrasi Sam Fernando, dalam siaran persnya, Sabtu (26/10), mengatakan bahwa Ditjen Imigrasi membuka kuota sebanyak 1.260 pemohon paspor.

Untuk melayani masyarakat yang telah mendaftar antrean melalui Aplikasi Layanan Paspor Online, disediakan sepuluh gerai pelayanan paspor di Plaza Semanggi dan enam gerai di Lippo Cikarang.



Sebanyak 50 petugas imigrasi yang berasal dari kantor Imigrasi di DKI Jakarta dan Jawa Barat disiagakan untuk melayani para pemohon paspor.

Masyarakat yang telah mendapatkan antrean bisa langsung datang ke venue acara mulai dari pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 WIB.

Proses wawancara dan pengambilan data biometrik (sidik jari dan foto) akan dilakukan di gerai yang telah disediakan di kedua mal tersebut.

Pelayanan paspor simpatik akan melayani permohonan paspor baru dan penggantian karena habis masa berlakunya.

Pemohon bisa meminta paspor biasa atau paspor elektronik sesuai keinginan.

Untuk pembayaran paspor dilakukan setelah pemohon paspor selesai melakukan pengambilan data biometrik.


Pembayaran bisa dilakukan melalui Bank BNI dan pengiriman paspor dilakukan melalui jasa PT POS Indonesia.

Pelayanan dilakukan di mal yang berada di pusat kota untuk mendekatkan pelayanan keimigrasian dengan para pengunjung yang menghabiskan waktu akhir pekan di mal.

Paspor layaknya kunci untuk menuju luar negeri. Dengan buku kecil nan tipis ini orang bisa keluar masuk negara lain, bahkan bisa mendapatkan keuntungan bebas visa kunjungan.

Namun tidak sedikit orang yang cukup teledor memperlakukan paspornya, mulai dari yang lecek, rusak sampai hilang.

Saat pergi berwisata, bawalah paspor dalam keadaan baik, karena informasi yang berada di dalam paspor harus terbaca jelas oleh petugas imigrasi dan bandara, terutama yang negaranya tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.

Jangan nekat membawa paspor dalam keadaan tanpa sampul karena bisa saja tersiram air atau terlipat dalam tas.

Perhatian yang lebih juga ditujukan kepada pemegang paspor elektronik, karena ada cip khusus yang tersimpan di sampul paspor yang tidak boleh rusak sehingga gagal terbaca.

Sebaiknya bawa juga salinan paspor yang disimpan di dalam hotel, untuk berjaga-jaga jika mengalami kehilangan di tengah perjalanan.


[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)