Laporan menemukan, anak-anak yang tinggal di Afrika, Asia, dan Amerika Latin menjadi kelompok yang paling berisiko. Risiko ini meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup dan meningkatnya pemasaran junk food.
"Orang-orang masa kini lebih banyak duduk, tak banyak bergerak, dan mengadopsi gaya diet ala Barat yang tinggi kandungan gula, kalori, dan lemak," ujar Direktur Kebijakan World Obesity Federation (WOF), Tim Lobstein, mengutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan juga menemukan, tak ada satu pun negara yang dapat mencapai target yang telah ditentukan dalam konferensi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2013 lalu. Pertemuan itu mengeluarkan mandatori untuk menekan angka obesitas anak pada 2025 mendatang agar tak melebihi dari tahun 2010 hingga 2012.
Anak dengan obesitas berisiko mengalami hal yang sama saat dewasa kelar. Obesitas pada orang dewasa menjadi faktor risiko sejumlah penyakit kronis seperti diabetes dan gangguan kardiovaskular.
"Peningkatannya sangat masif. Peningkatan ini akan 'mengacaukan' sistem kesehatan, khususnya di negara berkembang," ujar Lobstein.
Lobstein mengatakan, otoritas kesehatan di setiap negara harus sesegera mungkin mengambil tindakan untuk menanggulangi epidemi obesitas ini.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)