Sejarah Kostum Halloween dari Masa ke Masa

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 15:56 WIB
Sejarah Kostum Halloween dari Masa ke Masa Ilustrasi. Kostum Halloween yang menyeramkan berkembang dari masa ke masa. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kostum Halloween yang terlihat unik sebagaimana sering muncul saat ini tak muncul tiba-tiba. Jauh sebelum ini, perayaan Halloween dulunya menggunakan kostum hantu yang benar-benar menakutkan.

Halloween dirayakan setiap 31 Oktober saban tahun. Hari ini menjadi hari paling menyeramkan.

Selayaknya sebuah pesta, mereka yang merayakannya beramai-ramai mengenakan kostum unik nan menakutkan.

Kostum Halloween itu berkembang dari masa ke masa. Berikut sejarahnya. 


Masa kuno

Akar dari kostum ini diperkirakan berasal dari dari 2 ribu tahun lalu. Dikutip dari CNN, sejarawan menyebut, festival Samhain yaitu penyembahan berhala di Kepulauan Inggris menjadi awal dari Halloween. Festival yang menandai akhir musim panen dan awal musim dingin ini dirayakan dari 31 Oktober hingga 1 November.

Saat festival itu berlangsung, diyakini roh pengembara turun ke bumi dan membuat kekacauan. Sejumlah penduduk menyamar dengan kulit dan kepala binatang agar tak dikira manusia.

Saat Kristen masuk pada abad ke-13, 31 Oktober dijadikan sebagai hari libur untuk membingkai ulang perayaan itu. Aspek Samhain banyak dimasukkan dalam perayaan itu termasuk kostum.


Pada abad pertengahan, orang-orang di Inggris mengenakan pakaian yang melambangkan jiwa-jiwa orang mati. Pakaian itu diikuti dengan tradisi Kristen dengan mengunjungi rumah-rumah dan mengumpulkan kue jiwa atau dikenal juga sebutan 'souling'.

Barulah pada akhir abad ke-15, banyak orang mengenakan pakaian seram untuk mempersonifikasi roh musim dingin atau setan. Lantunan lagu atau mumming jadi tradisi saat ini.

Pengaruh Amerika

Saat imigran Inggris datang ke Amerika, budaya Halloween ikut bermigrasi. Popularitas Halloween dengan cepat menyebar.

Orang Amerika mengenakan pakaian yang menakutkan yang dibuat dari seprai, makeup, topeng, dan berbagai peralatan lain yang ada di rumah mereka.

Pada 1920-an, Halloween mulai dikomersialkan. Muncul banyak pedagang yang menjual kostum seram. Kostum bajak laut, gipsi menjadi pakaian yang umum

Perayaan Halloween juga berkembang menjadi tindak kekerasan dan vandalisme. Pada 1942, pemerintah Chicago bahkan menghapuskan Halloween.

Setelah Perang Dunia II, saat televisi mulai muncul, kostum perayaan ini berubah menjadi pahlawan super serta tokoh komik dan hiburan.

Berlanjut pada era 1960-an, kostum berubah menjadi menyenangkan seperti Wonder Woman atau Luke Skywalker.

Saat kemunculan film horor pada 1980-an, pakaian-pakaian yang menakutkan kembali bermunculan meniru ikon hantu di dalam film. Halloween tak lagi didorong tradisi Kristen, tapi justru budaya pop.

Kostum Halloween terus berkembang menjadi unik dan kreatif di era globalisasi dan media sosial seperti saat ini.

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)