Kisah Permen Beracun yang 'Menghantui' Perayaan Halloween

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 31/10/2019 14:25 WIB
Kisah Permen Beracun yang 'Menghantui' Perayaan Halloween Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/RomoloTavani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Halloween kini menjelma jadi pesta dan perayaan horor yang menyenangkan. Vampir, zombi, dan hantu-hantu lainnya ikut memeriahkan Halloween lewat kostum di setiap 31 Oktober.

Ketakutan pada orang-orang yang mengenakan kostum hantu saat Halloween kini tak lagi terasa. Namun, jauh sebelum itu, Halloween pernah benar-benar menakutkan dan membuat semua orang dilanda keresahan.

Bukan karena ada hantu sungguhan, ketakutan itu justru datang dari kasus permen beracun yang menyebar di Amerika Serikat. Tak ada peristiwa aktual yang menjelaskan ketakutan ini. Rasa takut itu justru muncul didorong oleh budaya dan kecemasan sosial.
Diberitakan CNN, ketakutan ini berawal dari sebuah tulisan di surat kabar The New York Times yang menceritakan kemungkinan orang asing menggunakan Halloween untuk meracuni anak-anak. Tulisan itu menyebut ada dua insiden yang belum dikonfirmasi di New York.


Para pembaca percaya pada tulisan tersebut.

Setelah itu, muncul dua kematian anak yang dikaitkan dengan permen beracun. Kisah pembunuhan dengan permen ini menyebar ke seluruh penjuru negeri, walau sebenarnya belum ada bukti. Ketakutan pada permen beracun pun semakin menjadi-jadi.

Menurut penelitian W Scott Poole, ketakutan ini meluas karena dipicu pergolakan budaya yang ada di AS saat itu. Ketakutan ini juga terekam dalam film The Exorcist pada 1974.
Namun, lambat laun ketakutan pada permen beracun ini mulai memudar pada 1980-an. Budaya modern semakin memudarkan ketakutan tersebut.

[Gambas:Video CNN] (ptj/ayk)


ARTIKEL TERKAIT