"Yang paling dikhawatirkan saat musim pancaroba yaitu ancaman penyakit demam berdarah, karena paling tinggi terjadi di Indonesia," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Vektor dan Zoonosis, Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi di Jakarta, Senin (4/11), melansir Antara.
Siti mengatakan, penyakit yang ditularkan melalui vektor, terutama nyamuk, cukup sering ditemukan pada musim peralihan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan membuat nyamuk perlu beradaptasi, termasuk dalam sistem reproduksi. Hal ini berpotensi meningkatkan jumlah nyamuk di lingkungan yang sekaligus menimbulkan ancaman demam berdarah.
Ditambah lagi dengan daya tahan tubuh manusia yang menurun seiring terjadinya peralihan musim. Penyakit seperti demam berdarah menjadi satu hal yang patut diwaspadai.
Pemberantasan Sarang Nyamuk
Untuk melindungi diri dari serangan demam berdarah, masyarakat perlu melakukan upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
Siti mengimbau masyarakat untuk memperhatikan kebersihan agar tak menjadi sarang nyamuk.
"Ini harus diperhatikan. Lokasi yang tidak bersih menjadi tempat penampungan air dan sarang nyamuk," ujar Siti.
Selain demam berdarah, penyakit seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) termasuk leptospirosis dan influenza juga harus diwaspadai.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)