Pengalaman 'kematian sesaat' ini didapatkan dalam layanan pemakaman gratis untuk mereka yang masih bernyawa. Layanan ini ditawarkan Korsel untuk membantu seseorang memaknai hidup dengan lebih baik.
Lebih dari 25 ribu orang telah berpartisipasi dalam layanan tersebut. Hyowon Healing Center sebagai penyedia layanan telah berdiri sejak 2012 lalu. Layanan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup seseorang melalui simulasi kematian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siapa pun turut serta, mulai dari remaja hingga orang lanjut usia. Mereka beramai-ramai mengenakan kain kafan, melakukan pemotretan pemakanan, menulis surat wasiat, dan berbaring di dalam peti mati yang tertutup sekitar 10 menit lamanya.
Seorang mahasiswa, Choi Jin-kyu (28) mengatakan, berada di dalam peti mati menyadarkannya akan sifat buruknya yang selalu memandang orang lain sebagai pesaing.
"Saat saya berada di dalam peti mati, saya bertanya-tanya, apa gunanya itu [menganggap orang lain sebagai pesaing]," kata Jin-kyu. Alih-alih bersaing ketat di dunia kerja, dia berencana untuk memulai sebuah bisnis kecil selepas menyelesaikan studinya.
"[Dari pengalaman akan kematian] kita bisa memaafkan dan mendamaikan diri untuk kemudian menjalani hidup yang lebih bahagia," ujar Yong-mun.
Tingkat Kebahagiaan Rendah
Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan indeks kebahagiaan yang rendah. Data teranyar World Happiness Report (2018) mencatat, Korea Selatan menduduki ranking ke-32 dari 34 negara yang disurvei oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Banyak kawula muda Korea Selatan yang memiliki harapan tinggi akan edukasi dan pekerjaan. Namun, harapan itu kemudian hancur akibat kondisi ekonomi yang merosot dan meningkatnya angka pengangguran.
Lihat juga:Negara Paling Bahagia di Dunia |
"Dibutuhkan aksi nyata. Tak hanya karena tingkat kebahagiaan yang rendah, tapi juga karena perbedaan tingkat kebahagiaan yang dirasakan antarkelompok saling berbeda jauh," ujar Cho Byeong-gu, yang terlibat dalam penelitian.
Rendahnya tingkat kebahagiaan juga terbukti dengan tingginya angka bunuh diri di Korea Selatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat Korea Selatan sebagai satu dari sepuluh negara dengan tingkat bunuh diri tertinggi di dunia.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)