5 Fakta tentang Nasi Putih

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 12/11/2019 14:55 WIB
5 Fakta tentang Nasi Putih Ilustrasi nasi putih. (Foto: Istockphoto/nortongo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai makanan pokok, nasi putih hampir selalu ada dalam hidangan khas Indonesia. Tanpa nasi putih, bersantap bisa terasa kurang nikmat.

Namun, dibalik fakta bahwa sebagian besar penduduk Indonesia mengonsumsi nasi putih, nasi putih juga dianggap sebagai makanan yang dapat meningkatkan risiko penyakit.

Berikut sejumlah fakta tentang nasi putih yang dikutip dari Verywellfit.



1. Pemasok gula dan tenaga

Dalam 1 cangkir nasi putih terkandung 242 kalori yang terdiri dari 53 gram karbohidrat. Jumlah tersebut membuat nasi putih dijadikan sumber karbohidrat utama.

Jenis karbohidrat pada nasi adalah karbohidrat bertepung, hanya sedikit karbohidrat yang berasal dari serat. Itu sebabnya nasi putih sangat mudah dicerna menjadi gula, sehingga dapat memasok energi dengan cepat dan menambah tenaga.

Tak heran bila sejumlah atlet, seperti atlet angkat besi, akan mengonsumsi nasi putih sebagai pemasok energi yang cepat demi mengisi ulang cadangan glikogen yang terkuras selama aktivitas berat.

Sayangnya, bila tak digunakan untuk aktivitas fisik, kelebihan kalori dan gula akan disimpan sebagai lemak sehingga bisa memicu obesitas. Selain itu, kenaikan gula darah yang sering juga dapat meningkatkan risiko diabetes.

2. Bebas lemak dan gluten

Nasi putih secara alami bebas gluten sehingga bisa menjadi pilihan karbohidrat yang bagus bagi penderita celiac, yaitu penyakit autoimun akibat mengonsumsi gluten. Selain itu, nasi putih juga hampir tidak mengandung lemak, menjadi pilihan tepat bila Anda benar-benar sedang menghindari konsumsi lemak.

3. Memicu alergi

Menurut Foods Committee, American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, nasi putih bisa menjadi salah satu pemicu paling umum dari Sindrom Enterocolitis yang Dipicu Protein Pangan (FPIES).

FPIES merupakan radang usus kecil dan besar dengan gejala muntah dan diare. Biasanya, alergi nasi ini terjadi saat seseorang juga mengalami alergi jagung.

4. Tak selalu buruk

Nasi putih dan nasi merah sejatinya berasal dari satu sumber. Bedanya, nasi merah masih memiliki 'kulit' sehingga kaya akan serat dan nutrisi. Di sisi lain, nasi putih hanya menyisakan endosperma yang kemudian diproses untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang usia penyimpanan.

Itu sebabnya nasi putih dianggap sebagai karbohidrat kosong karena kehilangan nutrisi utama. Inilah alasan mengapa nasi putih hanya disarankan untuk mengisi 40 persen dari setiap porsi makanan atau bahkan kurang. Sisanya harus berupa sumber protein dan vitamin, seperti daging, sayur-sayuran, serta buah.

Bila kombinasi tersebut sesuai dengan anjuran, maka konsumsi nasi putih terbilang sehat dan kecil kemungkinannya menyebabkan sejumlah masalah kesehatan.


5. Ringan untuk pencernaan

Karena mengandung sedikit serat dan mudah dicerna, nasi putih bisa menjadi pilihan saat Anda mengalami gangguan pencernaan. Mencampurnya dengan kaldu ayam dapat membuat kerja pencernaan semakin mudah.

Sebaliknya, nasi merah justru bisa memperparah gangguan pencernaan karena kandungan serat yang tinggi.

[Gambas:Video CNN]

(ayk/ayk)


BACA JUGA