FOTO: Kisah Petani Safron, Rempah Termahal Di Dunia

AP, CNN Indonesia | Senin, 18/11/2019 06:11 WIB

, CNN Indonesia -- Safron merupakan rempah dengan harga paling mahal di dunia. Namun, di balik 'kemewahan' safron, ada kesederhanaan para petaninya.

Askaoun, sebuah desa kecil di dekat Taliouine, Pegunungan Atlas Tengah, Maroko, merupakan lokasi tumbuh suburnya bunga safron, rempah dengan harga paling mahal di dunia. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Penduduk desa Askaoun bertarung dengan dingin demi memetik bunga safron setiap fajar selama musim panen. Namun, sebuah obrolan kecil, nyanyian, dan kebersamaan mampu memercikkan kehangatan. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Safron hanya tumbuh subur di lokasi tertentu di bumi. Maroko adalah salah satu dari lima produsen safron terbesar dengan jumlah produksi mencapai 6,8 ton per tahun. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Bunga-bunga yang telah dipetik lalu di bawa ke rumah para petani. Tiap anggota keluarga saling membantu untuk memetik tangkai putik berwarna merah yang kemudian dikenal dengan safron. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Di setiap bunga, ada tiga tangkai safron yang mesti dipetik lalu dikeringkan segera. Bila tidak, kualitas safron akan menurun. Tak ada alat, semua prosesnya dilakukan menggunakan tangan. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Biya Tamir, 60, merupakan salah satu petani safron yang telah puluhan tahun bergantung hidup dari panen safron. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Bersama dengan sang cucu, Tamir memisahkan safron dari kelopak bunga di kediamannya. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Di tanah gersang Pegunungan Atlas, safron menjadi mata pencaharian utama bahkan satu-satunya bagi para penduduk desa. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)
Dari mahalnya harga safron, penduduk hanya sedikit menikmatinya. Belum lagi bila cuaca ekstrim melanda, menjadi 'malapetaka' bagi pendapatan mereka. (AP Photo/Mosa'ab Elshamy)


BACA JUGA