3 Cara Lepas dari Lingkungan Kerja 'Toxic'

tim, CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 08:55 WIB
3 Cara Lepas dari Lingkungan Kerja 'Toxic' Bekerja di lingkungan kerja toxic memang tak menyenangkan. Sebelum memutuskan untuk resign, ada beberapa hal yang bisa dilakukan.(Picjumbo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gaji besar bukan alasan orang untuk bertahan di tempat kerja. Kebanyakan orang rela melepas gaji besarnya demi lingkungan kerja yang kondusif dan bebas toxic.

Menyebalkan rasanya jika harus terus berada di tempat kerja yang toxic. Mulai dari rekan kerja yang tak bisa diajak bekerja sama, bos yang selalu marah-marah, hingga tekanan pekerjaan yang tak berkesudahan.

Hanya saja, dunia kerja memang tak bisa lepas dari kendala dan tantangan. Tetapi, jika Anda merasa sangat tertekan karena pekerjaan sehingga tak memiliki energi fisik ataupun emosional yang tersisa untuk hal lain di kehidupan Anda, maka ini adalah waktunya untuk mengambil tindakan.


Menentukan apakah tempat kerja Anda memang memiliki budaya kerja toxic memang bukan hal yang mudah. Ada tujuh area berbeda yang perlu diperhatikan dalam menentukan apakah tempat kerja Anda benar-benar memiliki budaya kerja yang toxic, yaitu komunikasi, kejujuran & integritas, negativitas,manipulasi, tanggung jawab & akuntabilitas, rasa dihargai, serta kerjasama.


Jika tempat kerja terbukti memiliki budaya kerja yang toxic, Anda tak perlu untuk buru-buru mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.

Melansir The Ladders, sebelum mulai mengambil langkah ada dua pertanyaan kunci yang perlu Anda temukan jawabannya: Apakah anda benar-benar bekerja di lingkungan yang toxic, atau ini hanya hal buruk yang normal terjadi? Dan jika iya, apakah ada hal yang bisa Anda lakukan untuk membuat situasi membaik?

Berikut adalah tiga hal yang bisa Anda lakukan untuk menghadapi tempat kerja yang toxic:

1. Ubah cara pandang terhadap budaya kerja
Baik secara umum maupun tempat kerja, biasanya banyak orang cenderung melihat budaya sebagai hal eksternal di sekitar, dan Anda tak bisa memberi banyak pengaruh terhadap hal itu. Kenyataannya, budaya merupakan kumpulan dari ratusan atau bahkan ribuan interaksi antara individu, termasuk interaksi dalam kehidupan sehari-hari.


Untuk bisa memberi pengaruh terhadap budaya kerja, cobalah untuk mengubah cara Anda berinteraksi dengan orang di tempat kerja. Jadilah lebih positif ketimbang mengeluh, dan lihat mereka sebagai seorang individu dan bukan hanya sekadar rekan kerja.
 
2. Jadilah lebih proaktif daripada reaktif
Mulailah untuk berkolaborasi dengan orang di sekitar Anda dalam berpikir, bertindak, dan berkomunikasi. Jika ada kebiasaan negatif dalam bertindak atau berkomunikasi yang telah menjadi bagian dari budaya kerja toxic, cobalah untuk mengubahnya dengan melakukan hal yang berbeda.
 
3. Pelajari penyebabnya
Pelajari lebih lanjut tentang apa yang membuat tempat kerja Anda memiliki budaya kerja toxic. Membicarakan tentang tempat kerja yang toxic ke rekan kerja Anda memang bisa menjadi hal yang tak bisa Anda bicarakan secara sembarangan, namun hal ini lebih baik ketimbang Anda mencoba untuk menyelesaikan permasalahan tanpa memahami dengan jelas apa yang menciptakan budaya kerja toxic tersebut.
  (aul/chs)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA