HARI TOILET SEDUNIA

Evolusi Toilet, dari Tempat Curhat sampai Bikin Hangat

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 19/11/2019 17:42 WIB
Evolusi Toilet,  dari Tempat Curhat sampai Bikin Hangat Ilustrasi. Toilet memiliki perjalanan panjang hingga akhirnya bisa digunakan dengan nyaman. Berikut evolusi toilet dari era Romawi Kuno.(Foto: APTN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat ini, toilet semakin praktis dengan inovasi-inovasi baru yang dapat memudahkan para pengguna. Namun, jauh sebelum itu toilet telah melalui perjalanan panjang hingga bisa digunakan dengan nyaman.

Evolusi toilet selalu mengikuti kebutuhan pengguna. Berikut adalah evolusi sejak zaman Romawi kuno hingga sekarang, mengutip Timetoast.

998


Toilet sudah ada sejak sejak masa peradaban Romawi Kuno. Orang-orang akan membuat lubang dan saluran untuk bermacam tujuan, mulai dari mengumpulkan air hujan hingga membuang kotoran.


Kala itu, bangsa Romawi Kuno membangun toilet umum yang bisa menampung hingga 1600 orang. Di dalamnya terdapat kursi-kursi yang terbuat dari batu, saling bersebelahan, tanpa ada pembatas. Biasanya, orang akan duduk untuk membuang hajat sambil berbincang.

1200

Pada abad pertengahan, para biksu membangun kamar kecil dari batu atau kayu di atas sungai yang alirannya mengarah ke laut.

Sementara di kastil atau rumah tinggal para bangsawan, terdapat toilet sederhana yang disebut garderobe, yaitu saluran vertikal dengan kursi batu di atasnya. Kemudian kotoran akan langsung dibuang ke parit berisi air yang ada di sekitar kastil.

Untuk membersihkan kotoran, orang kaya pada abad pertengahan umumnya menggunakan kain, sedangkan orang umum menggunakan daun-daun.

1596

Sir John Harrington, putra baptis Ratu Elizabeth menciptakan ide toilet pertama dengan pipa kecil yang bisa membuang limbah lebih jauh sehingga tak mengganggu kenyamanan Sang Ratu. Meskipun ide ini tak diaplikasikan dengan baik pada masanya, namun ide inilah yang menjadi awal munculnya sistem pembuangan untuk toilet duduk modern seperti yang kita gunakan saat ini.

1775

Alexander Cummings menyempurnakan temuan Harrington dengan mengaplikasikan pipa berbentuk S yang bisa menetralisir bau tak sedap dari kotoran. Akhirnya, pada 1775 Cummings menerima hak paten untuk toilet dengan sistem flush.

1880

Pada abad ke-19, toilet flush mulai dikembangkan. Sedangkan gulungan tisu toilet juga pertama kali dibuat pada 1857 oleh Joseph Gayetty.

Pada tahun 1880, Pangeran Edward memanggil tukang ledeng London bernama Thomas Crapper untuk membuat toilet di kerajaan. Crapper kemudian mematenkan sejumlah temuan yang berhubungan dengan toilet.

1884

Urinal atau tempat buang air kecil untuk pria pertama kali dipatenkan pada 1884. Tujuan utama penemuan ini adalah untuk memudahkan para pria ketika buang air kecil. Pada masanya urinal dibuat dengan bentuk tabung bundar yang mengerucut ke bawah, sehingga air seni bisa mengalir ke sistem pembuangan.

1912

Dudukan toilet pertama kali ditemukan oleh Frank J Strahl pada 8 Oktober 1912, dibuat untuk menghindari infeksi kuman yang bersarang di toilet. Selain itu, tuas flush di toilet juga pertama kali diciptakan oleh Woodward Wanger Company pada 6 Mei 1930 untuk memudahkan orang yang cacat fisik.


2016 - kini

Kini model toilet sudah berkembang menjadi semakin baik. Beberapa toilet memiliki sensor flush yang sudah tidak memerlukan tombol atau tuas lagi, sehingga memungkinkan kita untuk tak bersentuhan dengan kuman pada toilet.

Bahkan, Jepang sudah mengembangkan sejumlah teknologi canggih untuk toilet, seperti fungsi dryer yang mengurangi penggunaan tisu sampai dudukan toilet yang bisa diatur kehangatannya. (Aul/ayk)




ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA