Bung Kapuak, Kampung Adat Pemenang Anugerah Pesona Indonesia

CNN Indonesia | Senin, 25/11/2019 19:19 WIB
Bung Kapuak terpilih sebagai 'Kampung Adat Terpopuler di Indonesia' dalam penghargaan Anugerah Pariwisata Indonesia 2019. Ilustrasi. Suku Dayak saat perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalimantan Barat. (Istockphoto/muslian)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bung Kapuak yang merupakan daerah perkampungan tua Dayak Bidayuh di Jagoibabang, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, berhasil mendapat penghargaan sebagai 'Kampung Adat Terpopuler di Indonesia' oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Kadisporapar) Kabupaten Bengkayang, Made Putra Negara, menyebutkan bahwa Anugerah Pesona Indonesia tersebut tentu bisa memberikan semangat dan motivasi bagi masyarakat Bengkayang untuk terus memaksimalkan potensi yang ada.

"Kita tidak lupa berterima kasih kepada masyarakat Jagoibabang yang yang sudah berpartisipasi memopulerkan Bung Kupuak hingga menjadi yang terbaik," katanya seperti yang dikutip dari Antara pada Senin (25/11).


Ia menyebutkan bahwa kawasan Bung Kupuak terus berbenah. Pada tahun ini melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan dilaksanakan.

"Pembangunan Bung Kupuak memang sudah memiliki perencanaan yang baik, ada 'masterplane' dan ada Detail Engineering Design (DED)," katanya.

Ia menyebutkan bahwa Bung Kupuak sebenarnya adalah perkampungan tua Dayak Bidayuh yang saat ini sudah berpindah turun ke Kota Kecamatan Jagoibabang.

Mereka meninggalkan perkampungan lama karena mulai merasakan kehidupan yang lebih mudah bila ada jalan utama dan perbatasan.

"Tetapi perkampungan lama Bung Kupuak tidak mereka tinggalkan begitu saja, setiap tahun mereka melakukan ritual adat bersama di tempat tersebut," katanya.

Ritual adat yang dilakukan berupa permohonan kepada leluhur agar diberikan limpahan rejeki dan ucapan terima kasih atas panen serta limpahan rejeki yang mereka terima.

"Kegiatan ritual adat ini mereka sebut Gawia Sowa. Setiap gawai seluruh Dayak Bidayuh akan hadir, termasuk Dayak Bidayuh dari Serawak, Malaysia," ujarnya

Ke depan pihaknya melanjutkan dengan penataan tempat parkir dan penginapan berbasis pemukiman warga lokal alias homestay.

Kemudian memperbaiki tata kelola destinasi tersebut agar bisa memberikan nilai tambah bagi kelompok dan masyarakat sekitar.

"Kita akan mengembangkan kegiatan perbatasan dan mengembangkan pusat oleh - oleh dan pusat kuliner . Intinya kita mengembangkan Desa Wisata Jagoiiabang untuk menggerakkan pembangunan wisata desa oleh masyarakat, untuk masyarakat," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ANTARA/ard)