Menyongsong masa depan yang dapat diakses berarti semua orang dapat meraih masa depan tanpa ada hambatan yang menghalangi. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, setidaknya 10 persen populasi dunia atau 650 juta orang hidup dengan disabilitas.
"Masa depan yang dapat diakses berarti kita bersama-sama melihat masa depan tanpa ada yang menghalangi. Kami berharap orang dapat mengakses bangunan tanpa menggunakan tangga, dapat mengakses tanjakan ke pantai, atau bisa mendapatkan pekerjaan tanpa takut diskriminasi, dan dapat mengakses sekolah," pernyataan resmi dari situs resmi Hari Disabilitas Internasional atau International Day of People with Disabilities (IDPWD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua orang memiliki gangguan kesehatan yang berbeda. Perbedaannya adalah bahwa sebagian besar gangguan kesehatan Anda tidak menghentikan Anda dari berfungsi dan berpartisipasi dalam komunitas Anda," tulis IDPWD.
Selain itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mengusung tema "Mempromosikan partisipasi penyandang disabilitas dan kepemimpinan mereka: mengambil tindakan untuk Agenda Pembangunan 2030".
Hari Disabilitas Internasional diperingati setiap 3 Desember sejak 1992 setelah ditetapkan oleh PBB. Hari Disabilitas Internasional dirayakan untuk mempromosikan pemahaman mengenai kecacatan dan memberikan dukungan, hak-hak, dan kesejahteraan para penyandang disabilitas.
[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)