5 Cara Agar Tak Tertular Hepatitis A yang Mewabah di Depok

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 05/12/2019 16:30 WIB
5 Cara Agar Tak Tertular Hepatitis A yang Mewabah di Depok Ilustrasi. Hepatitis A sangat mudah menular dan membuat sejumlah warga di Depok terinfeksi. (Foto: Istockphoto/ Hailshadow)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyakit hepatitis A 'menyerang' warga di Depok, Jawa Barat, sejak November lalu. Sampai dengan Rabu (3/11), Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) lewat situs resminya mencatat ada 262 kasus gejala klinis hepatitis A yang terjadi di Depok.

Dari 262 kasus, sebagai besar berasal dari SMPN 20 Depok, masyarakat sekitar sekolah dan santri Pesantren Petik yang masih berada di lokasi yang sama.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Anung Sugihantono, mengatakan setelah dilakukan PE tidak ada laporan kematian terkait wabah hepatitis a di Depok, namun masyarakat diimbau tetap waspada.



Penyakit infeksi hati

Hepatitis A adalah infeksi hati yang sangat menular yang disebabkan oleh virus hepatitis A. Virus ini biasanya menyebar lewat makanan dan minuman yang tercemar kotoran (feses) penderita, mengutip Web MD.

Biasanya, penderita tak mencuci tangan dengan bersih setelah buang hajat. Lalu menyentuh makanan dan minuman yang juga dinikmati oleh banyak orang.

Sebagian besar kasus hepatitis A bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Namun, bila diabaikan, penyakit ini bisa berlangsung selama berbulan-bulan dan berisiko menimbulkan komplikasi kesehatan yang lebih serius.

Hepatitis A biasanya mudah mewabah di negara dengan sanitasi dan sumber air bersih yang buruk. Berdasar Riskesdas, prevalensi penderita penyakit hepatitis yang didasarkan diagnosis dokter meningkat sebanyak dua kali lipat ke angka 0,4 persen dalam kurun waktu 5 tahun dari 2013-2018.

Walau dapat disembuhkan, namun gejala hepatitis A dapat sangat mengganggu, bahkan butuh perawatan di rumah sakit. Untuk itu, melakukan upaya pencegahan dan mengenal gejala hepatitis A sangat penting agar penyakit ini tak mengganggu kualitas hidup.

Gejala dan penyembuhan

Gejala hepatitis A umumnya sangat mudah dikenali, yaitu berupa:
1. Penyakit kuning (mata dan kulit yang menguning tidak wajar).
2. Urin menjadi gelap atau kecokelatan.
3. Nyeri di perut.
4. Mual dan kehilangan selera makan.
5. Demam.
6. Diare.
7. Lemas.

Biasanya gejala terjadi bertahap sesuai dengan stadium. Stadium pertama ialah prodomal, yaitu stadium awal yang ditandai dengan gejala lemas, kehilangan selera makan, dan mual. Stadium ini bisa terjadi selama beberapa hari tanpa ada perbaikan.

Kedua ialah stadium kuning, ditandai dengan mata dan kulit yang mulai menguning akibat menurunya bilirubin. dan terakhir adalah stadium penyembuhan atau konvalesensi.

Untuk mencapai stadium kesembuhan seseorang perlu melakukan gaya hidup sehat, seperti konsumsi banyak makanan dan minuman bergizi seperti jus buah, susu, daging, dan sayur.

5 langkah pencegahan

Karena termasuk penyakit yang mudah menular, sejumlah pencegahan perlu dilakukan terutama bila hepatitis A mulai menjangkit orang-orang sekitar.

Pencegahan yang paling efektif untuk menghindari tertularnya hepatitis A menurut Mayo Clinic yakni:

1. Hindari aktivitas seksual.

Bila pasangan menderita atau mengalami sejumlah gejala hepatitis A, aktivitas seksual dapat menyebarkan infeksi ini. Bahkan, kondom tidak menawarkan perlindungan yang memadai.

2. Cuci tangan

Pastikan tangan dicuci bersih dengan sabun setelah ke toilet atau mengganti popok. Tak hanya hepatitis A, feses dapat menjadi media penyebaran jenis virus lainnya.

Mencuci tangan baiknya tak asal, harus digosokkan kuat selama 20 detik lalu dibilas bersih. Keringkan dengan tisu sekali pakai dan hindari menggunakan lap handuk yang digunakan bersama.

3. Hati-hati memilih makanan

Makanan atau minuman yang dibuat oleh penderita hepatitis A dapat dengan mudah menularkan virus, terlebih bila orang tersebut tak mencuci tangan dengan benar.

Itu sebabnya, ibu hamil dan anak-anak sangat tidak disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tak terjamin kebersihannya, karena virus berbahaya dapat dengan mudah menginfeksi.


4. Vaksin

Vaksin bisa meningkatkan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi hepatitis A. Dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 6 bulan untuk menghasilkan daya tahan tubuh terhadap virus selama kurang lebih 20 tahun.

Jadi, bila terakhir kali Anda melakukan vaksin hepatitis A pada masa kecil, maka daya tahan vaksin hanya 20 tahun. Sehingga Anda perlu melakukan vaksin ulang saat dewasa.

5. Tidak berbagai alat makan

Saat sejumlah virus mewabah, termasuk hepatitis A, baiknya tak berbagi makanan atau minuman dalam 1 wadah. Orang tua perlu mengingatkan anak-anak untuk memakai alat makan sendiri, sebab anak-anak sangat mudah berbagi minuman, seperti menggunakan sedotan yang sama. (ayk/ayk)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA