Miss Universe 2019

Berkenalan dengan Zozibini Tunzi, Pemenang Miss Universe 2019

Tim, CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 10:54 WIB
Berkenalan dengan Zozibini Tunzi, Pemenang Miss Universe 2019 Miss South Africa Zozibini Tunzi berhasil menyabet mahkota kemenangan Miss Universe 2019. (Paras Griffin/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Miss South Africa, Zozibini Tunzi berhasil menyabet gelar ratu sejagad. Tunzi menyingkirkan puluhan kontestan lain dan memenangkan ajang Miss Universe 2019.

Wajah Tunzi semringah saat sang pemandu acara, Steve Harvey, menyebut nama Afrika Selatan sebagai pemenang kontes kecantikan ini.

Mahkota kemenangan 'Power of Unity Crown' pun disematkan di kepala Tunzi oleh Miss Universe 2018 Catriona Gray dari Filipina di Tyler Perry Studios, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (8/12) malam waktu setempat.


[Gambas:Instagram]

Tunzi menjadi wakil Afrika Selatan ketiga yang berhasil memenangkan ajang Miss Universe 2019. Dia juga menjadi perempuan berkulit hitam pertama yang menyabet gelar ratu sejagad sejak kemenangan Miss Angola Leila Lopes pada ajang Miss Universe 2011.

Tunzi lahir di Eastern Cape, Afrika Selatan pada 18 September 1993. Beranjak dewasa, Tunzi berpindah ke Cape Town untuk mengenyam pendidikan di Cape Peninsula University of Technology.

Karier model pertamanya dibangun pada 2017 lalu dengan mengikuti kompetisi Miss South Africa. Sayang, keberuntungan tengah tak berpihak padanya kali itu.

Tak patah arang, Tunzi kembali mengikuti ajang kecantikan serupa. Tunzi berhasil lolos dan dinobatkan sebagai Miss South Africa pada Agustus 2019 lalu.


Selain sebagai model, Tunzi juga dikenal kerap terlibat dalam kegiatan aktivisme melawan kekerasan terhadap perempuan. Dia juga kerap bicara soal pentingnya kaum perempuan untuk mencintai dirinya sendiri.
"Yang paling penting diajarkan kepada perempuan muda adalah kepemimpinan," ujar Tunzi sebelumnya.

Tunzi melihat konsep kepemimpinan selalu absen dari diri perempuan. "Bukan karena kami [perempuan] tidak mau, tapi karena label sosial yang kami [perempuan] dapatkan," ujarnya. Budaya patriarki yang menempatkan posisi kaum perempuan berada di bawah laki-laki dinilai jadi salah satu penyebab yang membuat kaum hawa sulit berkembang.

"Perempuan harus berani mengambil tempat di tengah masyarakat," kata Tunzi berapi-api.

[Gambas:Video CNN] (asr/asr)