"Malam ini pintu terbuka dan saya begitu bersyukur menjadi seseorang yang melaluinya. Semoga tiap gadis kecil yang menyaksikan momen ini selamanya percaya pada kekuatan mimpi dan semoga mereka melihat wajah mereka yang tercermin di diri saya. Saya #MissUniverse2019," tulis Tunzi dalam akun Twitter pribadinya.
[Gambas:Twitter]
Mencapai posisi 'ratu sejagad' tentu bukan perkara mudah. Meski tampil memukau, Tunzi mengaku masih belajar untuk menghadapi rasa tidak percaya diri dan ketakutan untuk bicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Imposter syndrome membuat Tunzi tak percaya diri. Dia bahkan bertanya-tanya apakah dirinya layak untuk berada di ajang bergengsi sekelas Miss Universe.
"Saya terhanyut dan mencoba untuk menenggelamkan diri saya. Mungkin orang-orang ini tak akan menyukai saya," ujar Tunzi.
Suntikan Semangat
Tunzi tak sendirian menghadapi imposter syndrome. Dia mendapat suntikan semangat dari kontestan lain.
Kontestan lain mengingatkannya bahwa ada banyak orang yang mengelilingi Tunzi. Bukan hal yang tak mungkin jika satu atau lebih di antara mereka juga merasakan hal yang sama seperti yang dialami Tunzi. Teman-temannya mendorong Tunzi untuk yakin pada kekuatan diri sendiri.
"Jadi itulah yang saya lakukan kemarin. Saya kembali mengaktifkan kekuatan saya," imbuhnya.
Lagu tersebut, kata Tunzi, bercerita tentang rasa tidak percaya diri. Lagu berpesan bahwa perempuan harus menerima dan mencintai dirinya sendiri.
Dari lagu itu, Tunzi mengingat sosok-sosok perempuan inspiratif yang pernah hadir selama perjalanan hidupnya. Termasuk sang nenek yang pernah memberinya buku Long Walk to Freedom karya Nelson Mandela meski tak pernah memiliki kesempatan untuk bersekolah.
[Gambas:Video CNN]