Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes RI, Anung Sugihantono mengatakan, gejala umum dari pneumonia adalah demam, batuk, dan sulit bernapas.
"Warga yang mengalami gejala tersebut harus segera berobat ke fasilitas layanan kesehatan terdekat untuk pemeriksaan lebih lanjut," ujar Anung, menyitat laman resmi Kemenkes RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:4 Risiko Akibat Pneumonia yang Tak Diobati |
Lebih dari itu, masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke China, termasuk Hong Kong, Wuhan, atau Beijing, diminta untuk terus memperhatikan dan memantau perkembangan penyebaran penyakit tersebut. Anung juga mengingatkan agar tak lupa untuk berkonsultasi dengan otoritas kesehatan setempat.
"Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang yang memperlihatkan gejala seperti pneumonia, segera lah berobat. Segera berobat pula jika gejala timbul saat telah tiba di Indonesia," kata Anung.
Wabah mulai terungkap sejak akhir Desember 2019 dan memicu kekhawatiran China akan kemunculan kembali penyakit severe acute respiratory syndrome (SARS). SARS merupakan penyakit pernapasan akut akibat virus yang pernah menyebabkan pandemi di seluruh Asia.
Hingga saat ini, penyebab wabah tersebut belum teridentifikasi dengan pasti. Umumnya, pasien menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, dan lesi invasif pada kedua paru-paru yang terlihat dari hasil rontgen dada.
[Gambas:Video CNN] (asr/asr)