Kabin Terbakar, Pria Terjebak Salju Alaska Tiga Minggu

CNN Indonesia | Senin, 13/01/2020 20:26 WIB
Kabin Terbakar, Pria Terjebak Salju Alaska Tiga Minggu Gletser Hubbard di Alaska. (Istockphoto/snipes213)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terguncang dan trauma, adalah dua kata yang bisa menggambarkan suasana hati seorang pria muda yang mengaku terjebak di daratan es Alaska selama tiga minggu setelah kabinnya terbakar hangus saat memasak.

Tyson Steele, yang diselamatkan oleh helikopter pada hari Kamis (9/1), mengatakan kabinnya - yang berjarak 30 kilometer dari tetangga terdekat, terbakar pada pertengahan Desember.

Kisah itu semakin pilu karena anjing kesayangannya, Phil, tewas dalam kebakaran tersebut.


Steele (30) membangun gua salju untuk tempat berlindung sementara. Ia hanya mampu menyelamatkan kantong tidur, mantel, dan beberapa makanan kaleng dari api kebakaran tersebut.

Rekaman helikopter yang dirilis oleh Alaska State Troopers menunjukkan Steele melambaikan tangan, dengan tanda SOS di atas salju, setelah upaya penyelamatan dilakukan lantaran ia tak kunjung menghubungi keluarganya selama tiga minggu.

"Kesalahan yang saya buat, saya tergesa-gesa dan saya menaruh sepotong besar karton di atas kompor untuk menyalakan api," kata Steele, seperti yang dikutip dari AFP pada Senin (13/1).

"Percikan api lalu membesar dan mulai membakar atap."

Dia terbangun di tengah malam setelah mendengar suara lelehan plastik yang mendesis. Mengetahui kabinnya terbakar, ia langsung keluar rumah yang saat ini bersuhu minus 26 derajat Celcius.

Awalnya, dia mengira Labrador cokelatnya yang berusia enam tahun ikut keluar dengan selamat.

"Anjing saya mulai melolong. Saya kira ia sudah berada di luar, tetapi ia masih di dalam ... Saya langsung histeris," katanya.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa, saya hanya bisa menjerit."

[Gambas:Instagram]

Tertahan salju

Steele menggambarkan bagaimana kabinnya terbakar hebat hingga kobarannya terdengar menderu dan ketika dia mencoba memadamkan api dengan melemparkan salju ke kabinnya sampai dini hari.

Sambil memakan makanan siap saji yang telah dinantinya selama tiga minggu dan masih mengenakan pakaian yang sama, Steele memberikan keterangan kepada unit State Troopers, yang menggambarkan dirinya "samar-samar mirip aktor Tom Hanks dalam film 'Cast Away'."

Steele memberi tahu bagaimana teleponnya gagal menghubungi bantuan dan sepatu saljunya hilang dalam kobaran api dan bahwa ia membuat rencana bertahan hidup dengan harapan bahwa kurangnya komunikasi dengan teman dan keluarga akan memicu misi pencarian.

"Kupikir saya bisa bertahan hidup dengan makan dua makanan kaleng selama 30 hari. Tapi banyak kaleng yang sudah terbuka akibat kebakaran."

Steele, yang berada dalam kondisi fisik yang baik setelah cobaan beratnya, mengatakan salju turun dengan deras dan menahannya keluar dari hutan.

Dia tinggal sendirian di pondok - awalnya dibangun oleh veteran Perang Vietnam - di Susitna Valley sejak September, dan dia tidak memiliki peta.

Steele mengatakan dia akan tinggal bersama orang tuanya di Salt Lake City sambil memulihkan kesehatannya.

"Mereka punya anjing," katanya. "Dan itu akan menjadi terapi.

[Gambas:Instagram]

Tips bermalam di tengah hutan

Alam tidak bisa ditebak, tapi kita bisa melakukan berbagai persiapan untuk bertahan hidup di hutan jika kondisi darurat terjadi.

Membawa peta manual atau digital sangat penting dilakukan. Jika ada, bawa telepon satelit jika telepon genggam tak bisa digunakan.

Selain makanan, minuman, obat-obatan, dan pakaian hangat ekstra, jangan lupa juga mengabari petugas keamanan setempat, keluarga, atau kerabat jika Anda bakal bermalam di dalam hutan.

Berikan informasi jadwal datang dan pulang Anda, sehingga mereka bisa langsung melakukan pencarian jika Anda tak bisa dihubungi saat waktunya pulang.

Yang pasti, jangan nekat bermalam di tengah hutan tanpa kehadiran orang yang berpengalaman dengan suasana setempat, selain cuaca juga kehadiran binatang buas.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)